Home / Hukum / WNA Klaim Tanah dan Bangunan, Wanita Cantik Ini Minta Bantuan Togar Situmorang
SFB didampingi advokat Rudi Hermawan, SH dan Muchammad Arya Wijaya, SH dari Law Firm Togar Situmorang & Associates saat berkonsultasi ke Polda Bali. (istimewa)

WNA Klaim Tanah dan Bangunan, Wanita Cantik Ini Minta Bantuan Togar Situmorang

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Warga Negara Asing (WNA) terus berulah di Bali. Banyak di antara mereka melakukan perbuatan melawan hukum, seperti menjadi pelaku tindakan kriminal, memperlakukan warga negara Indonesia (WNI) semena – mena, hingga dengan berbagai modus berusaha menguasai property milik warga lokal.

Yang terbaru, seorang wanita cantik berinisial SFB, mengaku menjadi korban perbuatan melawan hukum WNA. SFB yang merupakan istri dari pemilik sah tanah dan bangunan di kawasan Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari seorang pria WNA bersama seorang wanita WNI.

Kamis (30/1/2020) malam, WNA tersebut mengklaim sebagai pemilik serta menguasai bangunan usaha dan lahan yang sesungguhnya milik suami SFB. WNA tersebut bahkan tidak menghiraukan terkait siapa pemilik sah lahan dan bangunan secara legal sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Atas kejadian tersebut, SFB merasa shock. Ia juga trauma dengan kejadian tersebut. SFB juga meminta bantuan ke Kantor Hukum Togar Situmorang & Associates.

Apa yang dialami SFB ini pun mendapatkan perhatian khusus dari Founder and CEO Law Firm Togar Situmorang & Associates, Togar Situmorang, SH, MH, MAP. Menurut advokat senior yang dijuluki Panglima Hukum ini, perbuatan melawan hukum yang dilakukan WNA sudah cukup sering terjadi di Bali.

Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP. (istimewa)

“Sebagai orang Indonesia, kita menjadi jengah dengan kelakuan turis asing yang bertindak sewenang-wenang kepada masyarakat. Oleh sebab itu, keberadaan WNA di Indonesia perlu diawasi. Karena bukan tidak mungkin, WNA ini memiliki modus tersendiri dengan cara berlibur ke Bali, namun sebetulnya melakukan transaksi bisnis dan tidak mungkin pula banyak melibatkan oknum-oknum tertentu sehingga bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia,” kata Togar Situmorang, di Denpasar, Minggu (2/1/2020).

Menurut advokat yang menerima penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 dan terpilih sebagai The Most Leading Lawyer In Satisfactory Performance Of The Year ini, sangat penting melakukan pengawasan terhadap WNA di Bali. Salah satunya terkait di mana WNA tersebut berdomisili. Sehingga sewaktu-waktu, ketika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan dan dilakukan oleh WNA ataupun perbuatan melawan hukum yang merugikan negara, maka pihak Imigrasi bisa langsung melakukan tindakan tanpa harus kesulitan mencari orang asing tersebut.

“Juga terhadap hadirnya orang asing yang berbisnis di Bali, harus ada yang bertanggungjawab ketika terjadi suatu perbuatan melawan hukum yang akhirnya merugikan daerah dan bahkan negara,” ujar Togar Situmorang, yang didampingi associates Law Firm Togar Situmorang, Muchammad Arya Wijaya, SH.

Togar Situmorang yang juga Ketua POSSI Kota Denpasar ini meminta peran masyarakat agar ikut aktif melaporkan orang asing apabila ada dugaan melawan hukum. Masyarakat harus berani melaporkan kepada Imigrasi atau pihak kepolisian.

Togar Situmorang lalu mencontohkan kliennya SFB, yang melaporkan WNA ke Polsek Kuta Selatan. Ketua Hukum RS dr Moedjito Dwidjosiswojo – Jombang, Jawa Timur, ini menilai bahwa apa yang ditempuh SFB sudah tepat.

“SFB, ditemanin ibu kandungnya, melaporkan kasus ini ke Polsek Kuta Selatan,” jelas Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini.

Selanjutnya, Jumat (31/1/2020), SFB mencoba memeriksa status kepemilikan lahan dan bangunan yang diklaim WNA tersebut ke BPN Badung. Pada kesempatan tersebut, FSB juga memasukan surat pemberitahuan hukum.

“SFB yang diantar beberapa kerabat, sangat terkejut mendapatkan penjelasan pihak BPN Badung. Intinya bahwa sertifikat asli yang terdaftar atas nama suaminya berada di BPN, karena dititip oleh oknum Notaris/ PPAT Wilayah Badung. Dan itu membuat SFB dan kerabat lain kaget. Kok bisa dititip ke BPN?” beber Togar Situmorang.

Dari BPN, sebagai warga negara yang taat hukum, SFB mengunjungi Kantor Imigrasi Badung untuk menjalankan kewajibannya membuat pengaduan masyarakat (Dumas). SFB berharap, pihak Imigrasi bisa secara terbuka menjalankan kewajiban UU Imigrasi atas keberadaan orang asing bersama seorang wanita yang dijumpai di bangunan dan lahan milik suaminya, di daerah Ungasan.

Kemudian Sabtu (1/2/2020) siang, SFB didampingi advokat Rudi Hermawan, SH dan Muchammad Arya Wijaya, SH dari Law Firm Togar Situmorang & Associates mendatangi Polda Bali. Mereka datang untuk berkonsultasi.

“Konsultasi terkait orang asing di Bagian Pengawasan Orang Asing Polda Bali, agar lebih pasti penerapan hukum terhadap WNA yang telah mengklaim sebagai pemilik bangunan usaha di lahan berlokasi sekitar Ungasan. Padahal sertifikat dan izin usaha tersebut milik suami SFB,” pungkas Togar Situmorang, yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property&Bank itu. (KI4)

Check Also

Diambil Sumpahnya, Advokat FERARI Diingatkan Jaga Nama Baik Organisasi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar mengambil sumpah 15 orang advokat yang bernaung dibawah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *