Home / Peristiwa / Nasional / Wartawan di Tengah Pandemi Corona, Siapa Peduli?
Sejumlah Wartawan saat mewawancarai Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (istimewa)

Wartawan di Tengah Pandemi Corona, Siapa Peduli?

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah terus mengambil langkah – langkah strategis dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Berbagai kebijakan diterbitkan, termasuk di antaranya mempertimbangkan insentif bagi tenaga kesehatan hingga pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan.

Hal ini tak berlebihan. Maklum, tenaga kesehatan berhubungan langsung di lapangan dalam hal penanganan Covid-19. Mereka tentu sangat rentan terpapar. Begitu pula dengan para pekerja yang di-PHK atau dirumahkan, jelas sangat terpukul di tengah huru-hara corona ini.

Selain tenaga kesehatan dan para pekerja yang di-PHK dan dirumahkan, wartawan sesungguhnya menjadi profesi yang rentan di tengah pandemi corona saat ini.

Bekerja dari rumah saja, tentu bukan pilihan terbaik bagi seorang wartawan, apalagi jika ingin menyajikan data dan peristiwa secara akurat. Meski penuh risiko, wartawan tentu “wajib” terjun ke lapangan, untuk mendapatkan data, atau minimal bertemu narasumber. Bisa dibayangkan bagaimana wartawan tetap harus mendapatkan informasi soal kasus positif Covid-19, mendapatkan gambar/ video hingga mewawancarai pihak-pihak terkait.

Mereka resah? Mereka mengeluh? Mereka takut? Sebagai manusia biasa, semua pergolakan batin itu jelas ada. Namun demi profesi, demi kemanusiaan, demi memenuhi kebutuhan publik akan informasi yang akurat dan terkini, semua perasaan itu diabaikan. Turun ke lapangan, mendapatkan data, menemui narasumber, lalu menyiapkan informasi adalah pilihan paling penting.

Pertanyaannya, siapa yang peduli dengan profesi ini? Sejauh ini, pemerintah sama sekali belum memikirkan secara khusus nasib wartawan. Meski sudah ada seorang di antaranya, yang diduga meninggal dunia karena terpapar virus corona.

Hasil pertemuan antara Menkominfo, Dewan Pers, KPI serta para Pemimpin Redaksi media. (istimewa)

Suara Dewan Pers dan Pemred Media

Jumat (3/4/2020), Menteri Kominfo RI menggelar rapat bersama Dewan Pers, para Pemimpin Redaksi (Pemred) media, serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), melalui video conference. Setidaknya ada lima poin yang disimpulkan dalam pertemuan tersebut.

Pertama, mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan stimulus kepada perusahaan pers berupa subsidi berupa pemberian bahan baku (kertas) dan atau langkah keringanan pajak, khususnya kepada media cetak di daerah yang kian terpuruk akibat naiknya Dolar AS. Kondisi ini memicu kenaikan harga kertas, di lain pihak perusahaan pers juga menghadapi menurunnya pendapatan dari iklan serta berkurangnya pembeli/ pembaca dan naiknya biaya operasional.

Kedua, memasukkan wartawan dalam kelompok masyarakat yang mendapat fasilitas Jaringan Pengamanan Sosial, khususnya wartawan profesional (yang telah tersertifikasi) dari media di daerah.

Ketiga, Dewan Pers dan Kemenkominfo mendorong pemerintah daerah untuk dapat berkontribusi dalam perlindungan kerja wartawan melalui bantuan alat pelindung diri (APD) bagi wartawan yang bertugas, khususnya yang meliput Covid-19 dan even terkait.

Keempat, perang terhadap Covid-19 membutuhkan peran serta media dalam menyajikan informasi yang layak dipercaya. Media selayaknya menjadi rumah penjernih informasi bagi publik. Informasi media tidak selalu selaras dengan informasi resmi pemerintah, karenanya diperlukan proses saling mengecek dan menguatkan.

Kelima, media massa telah menunjukkan peran aktif dalam membantu memerangi Covid-19 dan akan terus melanjutkan partisipasi sampai Indonesia terbebas dari Covid-19. Dewan Pers akan selalu mendorong upaya ini.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memantau langsung rapid test bagi wartawan. (istimewa)

Ketua MPR RI: Wartawan Rawan Terpapar Covid-19

Sebelumnya Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) juga mengingatkan bahwa selain dokter dan tenaga kesehatan, wartawan sangat rawan terpapar Covid-19. Sebagai mantan wartawan, Bamsoet paham betul dengan suasana batin hingga irama kerja wartawan di tengah situasi seperti saat ini.

“Jika para dokter dan tenaga kesehatan bersentuhan langsung dengan pasien, wartawan pun tak jauh berbeda, harus bergerak ke sana – ke mari bertemu banyak orang demi mendapatkan informasi yang akurat untuk disajikan ke masyarakat,” kata Bamsoet, di Press Room MPR RI, Jakarta, Kamis (2/4/2020) lalu.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengaku bisa ikut merasakan degup kegelisahan para wartawan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Di satu sisi, wartawan tak ingin terinfeksi dengan cara menghindari kerumunan maupun menjaga jarak dengan orang lainnya. Namun di sisi lain, karena tuntutan pekerjaan, wartawan tak mungkin bekerja secara work home atau melakukan aktivitas di rumah saja.

Karena itu, Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mendorong instansi lembaga negara lainnya untuk memfasilitas rapid test para wartawan yang sehari-hari bertugas di sana, sebagaimana dilakukan oleh MPR RI. Begitupun masing-masing kantor berita tempat para wartawan bekerja, harus selalu menekankan ‘safety first‘ ketimbang memaksakan kehendak demi sebuah informasi berita.

“Mendapatkan informasi sebagai bahan menyajikan berita memang penting. Namun nyawa tak kalah pentingnya. Kita memang tak bisa membayangkan apalagi para wartawan berhenti bekerja, tak akan ada informasi yang bisa didapat masyarakat. Namun kita juga tak bisa membayangkan apalagi dalam menjalankan pekerjaannya, para wartawan tak mendapat bekal yang cukup sehingga malah mengorbankan nyawa,” tegas Bamsoet.

Bamsoet sendiri sudah memfasilitasi rapid test Covid-19 bagi para wartawan Press Room MPR/ DPR/ DPD RI. Rapid test ini merupakan lanjutan dari perhatian MPR RI kepada para wartawan. Sebelumnya, MPR RI juga sudah memberikan paket bantuan kebutuhan kesehatan seperti masker, sarung tangan, jamu, dan hand sanitizer dalam program ‘MPR RI Peduli – Fight Corona‘. Siapa menyusul? (KI15)

Check Also

Rakernas PERADI Sukses, Togar Situmorang Kembali Suarakan Dukungan untuk ‘Single Bar’

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) pimpinan Prof Otto Hasibuan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *