Home / Nusantara / Warga Gorontalo Tutup Akses Jalan Simpang Pede
Akses Jalan Simpang Pede, Labuan Bajo, yang ditutup warga. (kitaindonesia.com/itho umar)

Warga Gorontalo Tutup Akses Jalan Simpang Pede

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Warga Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menutup akses Jalan Simpang Pede II, Labuan Bajo, selama beberapa hari terakhir. Aksi tersebut merupakan bentuk protes warga, karena debu material proyek sangat mengganggu kesehatan warga sekitar.

Ini bukan pertama kalinya warga setempat melakukan aksi menutup akses masuk jalan tersebut dengan menggunakan kayu, batu dan ranting pohon. Pekan lalu, aksi serupa pernah dilakukan.

Akibat aksi warga ini, kendaraan roda empat yang hendak melintas pun terpaksa harus memilih jalan lain. Beberapa pengendara sempat berusaha untuk melewati jalan dengan mengangkat kayu yang melintang di jalan. Selanjutnya, mereka kembali menutup jalan menggunakan kayu yang ada dan melanjutkan perjalanan.

Aksi protes warga ini cukup beralasan. Sebab sejumlah rumah di jalan sepanjang 300 meter itu selalu dipenuhi debu akibat aktivitas kendaraan yang hilir – mudik. Di sisi lain, pihak terkait malah terkesan membiarkan kondisi tersebut. Padahal, selain terkait debu yang mengotori rumah, sejumlah warga juga mengeluhkan kondisi kesehatan mereka akibat paparan debu.

“Jalan ini sudah kami tutup pakai kayu dan lainnya selama beberapa hari,” kata seorang warga, Anggalus Nahak, saat ditemui di sekitar lokasi jalan yang ditutup tersebut, Selasa (4/8/2020).

BACA JUGA:   Ingin Jadi Advokat Handal, Putu Yasa Bergabung di Law Firm Togar Situmorang

“Akibat debu ini, sejumlah warga mengeluh mengalami batuk dan pilek. Mereka enggan ke rumah sakit, karena takut dikira kena virus corona,” imbuhnya.

Ia menambahkan, warga akan menutup akses jalan tersebut hingga pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengaspal jalan yang dikerjakan Maret lalu itu.

“Kami tunggu pemerintah perbaiki jalan ini. Kalau pemerintah mau perbaiki jalan ini, baru kami buka,” tandas Anggalus.

Sebelumnya, Selasa (28/7/2020), warga lainnya Mus Dandut, juga menyampaikan hal serupa. Menurut dia, debu yang berterbangan juga menempel pada pohon dan tumbuh-tumbuhan lain di rumah warga dan sepanjang jalan.

“Kami sangat terganggu, bahkan ada yang sakit batuk dan flu,” ucapnya. “Kondisi ini sudah terjadi sejak Maret 2020 lalu, usai pengerjaan jalan,” lanjut Mus.

Ia mengaku geram atas keadaan tersebut. Ia pun berharap agar pemerintah secepatnya memperbaiki jalan tersebut.

Gabriel Goni, warga lainnya, juga menyebut, jalan yang berdebu ini sangat mengganggu warga. Apalagi debu berterbangan hingga ke ruang makan dan dapur warga yang berada di pinggir jalan.

“Debu bahkan masuk hingga ke dalam rumah. Kami juga tidak bisa beraktivitas normal karena rumah ditutup terus,” keluhnya. (KI-21)

Check Also

Mau Saksikan Atraksi Budaya Manggarai? Yuk, ke Desa Liang Ndara!

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Selama pandemi Covid-19, sejumlah objek wisata di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *