Home / Peristiwa / Nasional / Wacana New Normal, Togar Situmorang: Daripada Masyarakat Frustrasi dan Negara Bangkrut
Pengamat kebijakan publik yang juga advokat senior, Togar Situmorang, SH, MH, MAP. (istimewa)

Wacana New Normal, Togar Situmorang: Daripada Masyarakat Frustrasi dan Negara Bangkrut

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah mewacanakan new normal atau pola hidup baru, di tengah tak kunjung berakhirnya pandemi Covid-19. Rencananya, sebagai langkah awal, new normal akan diterapkan di lingkungan pekerjaan.

Wacana new normal ini ditanggapi beragam oleh masyarakat. Ada yang meminta pemerintah jangan buru-buru mengambil kebijakan ini, karena nyawa manusia jauh lebih penting dari segalanya. Di sisi lain, tak sedikit pula masyarakat yang menyambut baik wacana ini, termasuk pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, MH, MAP.

“Fase baru ini perlu dipersiapkan secara matang. Ini merupakan hal yang baik untuk masyarakat Indonesia. Ini adalah titik awal yang baru, setelah bangsa kita dilanda wabah virus corona,” kata Togar Situmorang, yang juga advokat senior, di Denpasar, Kamis (28/5/2020).

Bagi Ketua Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengkot POSSI) Kota Denpasar itu, new normal merupakan sesuatu yang positif. Sebab akibat pandemi Covid-19 ini, masyarakat dunia frustrasi karena dipaksa tinggal di rumah, serta bekerja, sekolah, hingga beribadah juga dilakukan di rumah.

Karena itu, sebelum new normal diberlakukan, perlu disosialisasikan secara luas. Sosialisasi penting, sehingga masyarakat bisa belajar beradaptasi terlebih dahulu.

“Menurut saya, sebelum kita memulai kehidupan new normal, sosialisasi tentang dibuka kembalinya aktivitas ekonomi, sosial, dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan sebelum pandemi Covid-19 berakhir, harus dilakukan secara besar-besaran. Semua protokol tatanan baru yang sudah disiapkan dan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat, agar negara tetap bisa berdaya menjalankan fungsinya,” ujar Ketua Hukum RS dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur.

Advokat yang dijuluki Panglima Hukum itu menambahkan, new norlrmal merupakan tahapan baru setelah kebijakan stay at home atau work from home atau pembatasan sosial diberlakukan untuk mencegah penyebaran massif wabah virus corona.

New mormal, lanjut Togar Situmorang, utamanya juga meminta kepada masyarakat agar terus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan aktivitas di luar rumah, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sebelum memasuki pola hidup normal yang baru di tengah pandemi ini.

“New normal diberlakukan karena tidak mungkin masyarakat terus bersembunyi di rumah tanpa kepastian. Tidak mungkin seluruh aktivitas ekonomi berhenti tanpa kepastian, yang menyebabkan kebangkrutan total negara, PHK massal dan kekacauan sosial. Karena kebutuhan ekonomi terus menuntut kehidupan masyarakat,” ucapnya.

New normal, demikian Togar Situmorang, bisa berjalan baik apabila pemerintah melakukan upaya yang sistematis, terkoordinasi dan konsisten dalam melakukan pengawasan publik. Sebab new normal ditujukan agar negara tetap menjalankan fungsi-fungsinya sesuai konstitusi.

“Harap diingat bahwa pemasukan negara berasal dari pajak, penerimaan devisa dari perdagangan dan penerimaan dalam hubungan bilateral negara lain. Jika new normal tidak dilakukan, maka dampak sosial ekonomi tidak bisa tertahankan. Kebangkrutan korporasi, selanjutnya ekonomi, akan membawa efek dominan bagi kebangkrutan negara,” tandas advokat yang masuk daftar 100 advokat Hebat versi Majalah Property&Bank ini.

Untuk memastikan new normal bisa berjalan baik, imbuhnya, pengawasan publik dan law enforcement termasuk di dalamnya, juga memperbesar kapasitas sektor kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan penderita Covid-19. Selain itu, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi untuk memastikan pemeriksaan kesehatan yang masif, tersedianya sarana perawatan dan peralatan medis, melindungi mereka yang paling rentan melalui penyiapan pengamanan sosial yang tepat sasaran dan perlindungan kesehatan.

“Selebihnya terserah kita, apa mau berpartisipasi dalam new normal atau tidak, mau melindungi diri atau tidak. Berhentilah menjadi provokator dan menyebarkan energi negatif yang tidak bermanfaat bagi siapapun serta berpotensi menimbulkan kecemasan publik. Jika Anda cemas, lindungilah diri Anda dan keluarga. Sebab itulah satu-satunya cara! Berdoa selalu dan disiplin selalu, hidup bersih juga makan-makanan sehat serta rajin berolahraga. Semoga Tuhan beserta kita selalu,” pungkas Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (kantor pusat), Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar (kantor cabang Denpasar) dan Gedung Piccadilly Room 1003-1004 Jalan Kemang Selatan Raya, Jakarta Selatan (kantor cabang Jakarta) ini. (KI4)

Check Also

Instruksi Kapolri kepada Kapolda dan Kapolres: Tindak Tegas Anggota yang Melanggar Aturan

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *