Home / Hukum / Viral Video Menendang Sesajen, Togar Situmorang: Bisa Dijerat UU ITE
Advokat Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA. (istimewa)

Viral Video Menendang Sesajen, Togar Situmorang: Bisa Dijerat UU ITE

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sebuah video viral dan menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu. Dalam video tersebut, tampak seorang pria menendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru, di Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Setelah videonya viral, kasus ini langsung mendapat perhatian pihak kepolisian. Polisi bahkan telah menangkap pelaku HF, serta memeriksa belasan saksi.

Kasus ini menyita perhatian advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA. Menurut dia, ada dua hal penting dalam kasus video viral ini.

Pertama, peristiwa menendang sesajen sebagaimana terlihat dalam video. Kedua, peristiwa menyebarkan video tersebut sehingga menjadi viral.

“Jadi, Pasal 156 dan 158 KUHP sudah tepat dikenakan kepada pelaku karena unsur kebencian terhadap golongan tertentu bisa terpenuhi,” kata Togar Situmorang, di Denpasar, Rabu 19 Januari 2022.

Dilihat dari ancaman pasal tersebut, demikian Togar Situmorang, maka dapat dipastikan bahwa pihak kepolisian cukup serius menangani kasus ini.

“Karena Pasal 156 itu dengan ancaman penjara 4 tahun dan Pasal 158 ancaman penjara 5 tahun,” ujar advokat kelahiran Jakarta berdarah Batak yang telah lama berdomisili di Bali ini.

Mengingat peristiwa ini kemudian viral dan membuat gaduh di jagat maya, Togar Situmorang pun mendorong pihak kepolisian agar dapat menggunakan UU ITE.

“Pasal yang pas terkait penghinaan atau penistaan agama bisa ditambah menggunakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU ITE. Ini sejalan dengan Pasal 156 KUHP,” tegas Togar Situmorang.

Kandidat Doktor Ilmu Hukum Universitas Udayana ini berpandangan, sangat penting untuk memberikan efek jera kepada pelaku. Sehingga tidak cukup dengan pelaku menyampaikan permintaan maaf setelah diciduk pihak kepolisian.

“Apalagi pelaku secara sadar bahwa apa yang dilakukan tersebut dapat menyinggung perasaan masyarakat lain. Pelaku bahkan mengakui melakukan itu karena perbedaan pemahaman keyakinan. Itu jelas sudah ada niat tidak baik dari orang tersebut,” ucapnya.

Togar Situmorang pun meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang tengah dilakukan oleh kepolisian.

“Kalau ada yang meminta untuk tidak dilanjutkan kasus penendangan sesajen ini, kita harapkan dapat menahan diri. Karena peristiwa ini murni penistaan agama terhadap keyakinan/ kepercayaan orang lain,” kata Togar Situmorang.

Sebagai praktisi hukum, ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan tersangka merupakan perbuatan tidak terpuji dan sangat tidak menghormati perbedaan keyakinan dengan orang lain.

“Jadi tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun dalam proses hukum ini. Biarkan proses itu berjalan sebagaimana aturan,” pungkas Togar Situmorang yang memiliki kantor di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar; Jalan Raya Gumecik Gg Melati Nomor 8, By Pass Prof IB Mantra, Ketewel; Jalan Teuku Umar Barat Nomor 10, Krobokan; Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Gd Piccadilly; serta Jalan Terusan Jakarta Nomor 181 Ruko Harmoni Kav 18, Antipani Bandung. (KI-01)

Check Also

Polsek Denbar Jaga Kamtibmas

Denpasar – Kita Indonesia, Sebagai upaya mencegah kejahatan jalanan diakhiri pekan khususnya dimalam Minggu adalah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *