Home / Hukum / Usai Jalani Masa Tahanan di Lapas Karangasem, Imigrasi Deportasi Dua Orang WNA
Dua WNA asal Rusia dan Ukraina saat dipulangkan ke negaranya masing-masing. (istimewa)

Usai Jalani Masa Tahanan di Lapas Karangasem, Imigrasi Deportasi Dua Orang WNA

Singaraja (KitaIndonesia.Com) – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Bali, melakukan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian terhadap dua warga negara asing (WNA), masing-masing seorang pria berkebangsaan Rusia berinisial DA (41) dan wanita berkewarganegaraan Ukraina berinisial OM (25).

Keduanya dideportasi ke negara asal masing-masing melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta pada Sabtu malam 30 Oktober 2021, setelah sebelumnya diberangkatkan dari Singaraja dengan pengawalan ketat petugas.

“Kedua WNA tersebut dideportasi setelah menjalani masa penahanan di Lapas Kelas IIB Karangasem selama delapan bulan,” jelas Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk, dalam keterangan tertulisnya di Denpasar, Minggu 30 Oktober 2021.

Keduanya dinyatakan melanggar Pasal 268 Ayat (2) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1, yakni secara bersama-sama memakai surat keterangan dokter yang dipalsukan.

Perbuatan WNA asal Rusia dan Ukrania tersebut, demikian Jamaruli Manihuruk, terbongkar saat keduanya baru saja turun dari kapal feri di Pelabuhan Padangbai Karangasem, 2 Maret 2021 sekitar 09.00 Wita, yang sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tiba di pos terpadu, keduanya diminta menunjukkan surat keterangan hasil tes PCR SARS COV-2 guna menekan penyebaran virus corona. Kedua bule ini lantas menunjukkan surat keterangan yang diterbitkan oleh Rumah Sakit Siloam Media Canggu, Badung.

“Namun saat memeriksa surat tersebut, petugas menemukan kejanggalan antara waktu penerbitan dengan nomor registrasi surat keterangan yang ada,” ucapnya.

Petugas lalu menghubungi rumah sakit dan mendapat konfirmasi bahwa rumah sakit tersebut tidak pernah menerbitkan surat yang dibawa keduanya.

Sesuai peraturan perundang-undangan, keduanya pun akhirnya dijebloskan ke Lapas Kelas IIB Karangasem. Mereka ditahan selama 8 bulan.

Selanjutnya Jumat 29 Oktober 2021, usai menjalani masa tahanan, DA dan OM diserahterimakan dari Lapas Imigrasi Kelas II TPI Singaraja.

Setelah dilakukan pemeriksaan yang diperlukan di ruang Detensi Imigrasi Singaraja, pada Sabtu malam 30 Oktober 2021 Pukul 22.05 Wita, keduanya dideportasi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan penerbangan Turkish Airlines nomor penerbangan TK57 tujuan akhir Moskow – Rusia dan Kharkiv – Ukraina.

“Tindakan deportasi tersebut dilakukan karena keduanya telah melakukan perbuatan pelanggaran keimigrasian sesuai dengan Pasal 75 Ayat (1) Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian,” ujar Jamaruli Manihuruk.

Selain itu, yang bersangkutan juga telah melakukan pelanggaran protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

“Diharapkan dengan adanya tindakan administratif keimigrasian ini dijadikan sebagai bentuk nyata penegakan hukum keimigrasian di wilayah kerja Kementerian Hukum dan HAM Bali khususnya Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja,” pungkas Jamaruli Manihuruk. (KI-01)

Check Also

Polsek Denbar Jaga Kamtibmas

Denpasar – Kita Indonesia, Sebagai upaya mencegah kejahatan jalanan diakhiri pekan khususnya dimalam Minggu adalah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *