Home / Nusantara / Update Kasus Covid-19 di Denpasar: 43 Orang Sembuh, 19 Kasus Baru
Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar sekaligus Jubir Satgas Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. (istimewa)

Update Kasus Covid-19 di Denpasar: 43 Orang Sembuh, 19 Kasus Baru

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Kota Denpasar kembali mencatatkan adanya penambahan pasien sembuh Covid-19. Penambahan signifikan kasus sembuh tercatat pada Kamis (10/9/2020), di mana sebanyak 43 pasien dinyatakan sembuh.

“Kasus sembuh melonjak tajam di angka 43 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar di Press Room Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (10/9/2020).

Di tengah peningkatan angka kesembuhan ini, kasus baru juga ikut bertambah. Menurut Dewa Rai, kasus positif di Denpasar bertambah 19 orang, yang tersebar di 8 desa/ kelurahan.

“Walaupun banyak yang sembuh, mari lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengingat kasus Covid-19 masih terjadi penularan kembali,” ujar Dewa Rai.

Ia lalu merinci 8 desa/ kelurahan yang mencatatkan penambahan kasus positif. Desa Dangin Puri Kaja mencatatkan penambahan tertinggi dengan 6 kasus positif, disusul Kelurahan Panjer dan Kelurahan Pemecutan 3 kasus positif, Kelurahan Padangsambian dan Kelurahan Sesetan mencatatkan penambahan masing-masing 2 kasus positif.

“Sedangkan Desa Ubung Kaja, Desa Tegal Kertha, dan Desa Dangin Puri Kangin mencatatkan penambahan kasus positif masing-masing 1 orang,” jelas Dewa Rai.

Diakuinya, angka kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar dalam seminggu ini mengalami tren peningkatan. Karena itu, diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Terlebih saat ini kita bersama-sama sedang bersiap untuk pemulihan ekonomi daerah dan nasional. Mari bersama – sama lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih mendominasi. Hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi, di samping juga ada klaster upacara keagamaan,” pungkas Dewa Rai. (KI-02)

Check Also

Tim Yustisi Perketat Penertiban Prokes di Kota Denpasar

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Tim Yustisi Kota Denpasar memperketat penertiban protokol kesehatan (Prokes) di daerah itu. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *