Home / Ekonomi / UMKM Harus Kreatif di Ruang Digital untuk Bertahan di Masa Pandemi
Ilustrasi UMKM (Ist)

UMKM Harus Kreatif di Ruang Digital untuk Bertahan di Masa Pandemi

Lombok Timur (KitaIndonesia.Com) – Hampir semua bidang kehidupan terdampak akibat pandemi yang sudah berlangsung selama 2 tahun ini. Tapi setiap orang harus berjuang untuk survive dari pandemi ini. Karena mengeluh saja dan pasrah tidak memecahkan masalah.

Seperti yang dilakukan oleh Shella Nadia, CEO Artfashion bahwa pandemi juga berdampak pada usahanya. Tapi alih-alih mengeluh ia justru mencari peluang di tengah pandemi.

“Jangan mengeluh justru kita cari cara supaya usaha kita naik lagi,” ujar Shella dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu 22 September 2021.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa ia juga berusaha untuk totalitas mengajak tim untuk berbagai cara membuat konten sebagai cara marketing selama pandemic. Semisal di tiktok dan Instagram.

“Malah penjualan saya di masa pandemic meningkat karena memanfaatkan celah peraturan mobilitas yang diperketat sehingga orang jadi banyak berbelanja lewat online. Sekarang malah berkali-kali lipat karena orang takut ke mall makanya saya ajak teman-teman yang jualan offline jadi online karena aku sendiri sebagai pengusaha online merasakan sangat diuntungkan,” ujar Shella dalam webinar yang dipandu oleh Idfi Pancani ini.

Selain itu, Shella menyarankan untuk berbisnis online, kita harus berbisnis yang kita sukai sesuai passion kita sendiri. “Kita harus cari passion kita untuk bekerja jika bekerja sesuai passion makan bisa totalitas lebih nikmat nggak gampang ngeluh dan menghargai hasil,” imbuhnya.

Untuk teman-teman yang mungkin belum punya budget, lanjut Shella bisa buat usaha dropshipper. Karena faktanya banyak orang tengah susah tidak punya modal.

masih mikir gimana mau usaha orang baru dipecat dari kerjaan sekarang ini sudah gampang sekali cari suplier bisa cari dari marketplace dari Instagram dari Facebook

“Tapi saya lebih merekomendasi kerja sama dengan marketplace untuk melakukan sistem dropship. Selain itu kita harus cari supplier yang oke misalnya makanan sudah banyak juga yang divakum semisal seblak saja sudah di vakum,” jelasnya.

Ia juga menyarankan untuk memilih suplier dengan rating penilaian bagus di marketplace. Selain itu untuk sosial media juga harus dipilih yang paling cocok seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, YouTube dan Tik Tok.

Tapi harus ada medsos yang difokuskan semisal fokus pada 2 atau 3 saja. Seperti dirinya yang paling fokus membuat konten di tik tok.

Menurutnya konten yang disukai viewer adalah konten yang unik semisal konten saat packing-packing atau unboxing.

“Packing barang malah rame kadang yang iseng itu malah rame poinnya adalah kita harus lagi rajin-rajin membuat konten kreatif karena kita nggak ngerti orang lebih suka yang mana,” bebernya.

Untuk bertahan di masa pandemi ada beberapa cara agar online shop bertahan. Diantaranya adalah meningkatkan skill serta pengetahuan dan pantang menyerah.

Selain Shella juga hadir para pembicara lain yaitu Dedy Triawan CEO MEC Indonesia, MAstur S, Psi, MA, Badan PRomosi Pariwisata Daerah Kabupaten Lombok Timur dan Denny Abal sebaga Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KI7)

Check Also

Resmikan Kantor Cabang Bali, Viral Blast Global Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak Gempa

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sebagai bentuk kepedulian dalam membantu masyarakat Bali untuk lebih mengenal tentang edukasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *