Home / Nusantara / Umat Kristen Rayakan Pekan Suci di Rumah, Togar Situmorang: Tak Mengurangi Makna Paskah
Tokoh umat Kristen Denpasar yang juga advokat senior, Togar Situmorang, SH, MH, MAP. (istimewa)

Umat Kristen Rayakan Pekan Suci di Rumah, Togar Situmorang: Tak Mengurangi Makna Paskah

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Paus Fransiskus telah memutuskan bahwa Paskah tahun 2020 dirayakan tanpa kehadiran umat. Paus Fransiskus mengambil keputusan yang terbilang sulit. Sebab belum pernah terjadi dalam sejarah Gereja, melangsungkan semua acara Pekan Suci, mulai dari perayaan Minggu Palma hingga Tri Hari Suci, justru tanpa kehadiran umat Katolik.

Memang tidak ada pilihan lain. Vatikan mengambil langkah ini, sebagai salah satu upaya untuk menghindari kumpulan massa guna mencegah meluasnya penyebaran virus corona (Covid-19). Situasi darurat kesehatan masyarakat global saat ini menjadi argumen rasional bahwa semua Perayaan Liturgi Paskah akan berlangsung tanpa kehadiran fisik umat.

Keputusan Paus Fransiskus ini juga diikuti oleh semua Keuskupan yang berada di bawah Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). Keputusan ini berimplikasi pada bentuk pelaksanaan perayaan Pekan Paskah 2020, mulai dari Minggu Palma (5 April), Kamis Putih (9 April), Jumat Agung (10 April), Malam Paskah (11 April) dan Hari Raya Paskah (12 April), di mana umat Katolik merayakannya di rumah saja.

Selain taat pada keputusan Tahta Suci, seluruh Keuskupan serta umat Katolik di Indonesia juga patuh terhadap instruksi dan arahan pemerintah terkait upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. Persekutuan Gereja-gereja Indonesia di (PGI) juga mengambil keputusan serupa. Mengamini arahan pemerintah, umat Kristen diarahkan untuk merayakan Paskah tanpa berkerumun sebagaimana biasanya.

“Langkah ini memang menuntut pengorbanan. Pimpinan Gereja dan seluruh umat harus rela mengorbankan segalanya, termasuk perayaan Paskah yang biasanya dihadiri ribuan umat, demi prinsip kemanusiaan yang lebih penting yakni keselamatan atau kebaikan semua orang,” kata Togar Situmorang, SH, MH, MAP, salah satu tokoh umat Kristen di Denpasar, Bali, Jumat (10/4/2020).

“Meski demikian, kita tetap merayakan Paskah dalam keheningan batin di rumah atau komunitas masing-masing. Perayaan Paskah, kebangkitan Tuhan Yesus, tetap menjadi momen terpenting dan menentukan dalam sejarah kehidupan beriman kita. Makna Paskah tidak akan pernah hilang, betapapun kita merayakannya secara individu di rumah masing-masing,” imbuh advokat senior yang dijuluki Panglima Hukum ini.

Bagi Togar Situmorang yang juga pengamat kebijakan publik ini, apa yang menjadi arahan dan anjuran pemerintah hingga pemimpin Gereja ini penting untuk ditaati umat. Sebab, baik pemerintah maupun pemimpin Gereja pasti sudah memikirkan apa yang terbaik dalam situasi saat ini.

“Jadi, meskipun kita tidak bisa melaksanakan Misa di Gereja, bukan berarti akan mengurangi makna dari acara suci ini,” tutur advokat yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property&Bank dan meraih penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 ini.

Melihat pandemi global ini, imbuhnya, pemerintah dan pemimpin Gereja sedang berjuang untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona ini. Usaha ini sia-sia apabila tak diikuti oleh masyarakat.

“Karena itu masyarakat harus bersama-sama memutus penyebaran virus corona. Salah satu caranya adalah menjaga jarak aman dan menghindari tempat keramaian,” ajak Ketua Hukum dari RS dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur ini.

Ia juga mengajak umat Kristen di Tanah Air, untuk tetap memaknai perayaan suci ini dengan hikmat, meski tidak merayakannya di Gereja. Ini adalah bentuk pengorbanan bagi orang lain, dengan menyontoh pengorbanan Yesus yang rela menderita dan mati di Kayu Salib.

“Setiap umat harus saling mencintai. Antarsesama saling mencintai, tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi mementingkan diri. Kasih menjadi hukum baru menggantikan hukum lama. Semua hukum lama, seluruh kejahatan, setiap tindakan negatif akan dikuburkan pada hari Jumat Agung,” ujar Togar Situmorang, yang juga Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengkot POSSI) Kota Denpasar.

Dengan berkorban seperti ini, Togar Situmorang yakin bahwa semua umat akan dapat ikut “bangkit” bersama Kristus pada Hari Raya Paskah dengan hidup saling mengasihi.

“Tidak boleh lagi ada dendam, benci, ego, dan iri hati. Semua saling berbagi, berbelaras, dan berdamai. Betapa indah hidup saling mengasihi. Ini akan menjadi energi tak terkalahkan sebagai modal membangun bangsa. Sebaliknya, perpecahan dan perselisihan hanya akan menjadi energi negatif dan kontraproduktif bagi modal membangun,” ucapnya.

Segenap umat Kristiani, lanjut Togar Situmorang, harus mampu memanfaatkan Perjamuan Terakhir (Kamis Putih, red) sebagai momen mendalami perintah baru. Sejauh mana selama ini sudah mengasihi sesama. Sejauh mana selama ini umat Kristiani berada di garda depan membangun persaudaraan, mengembangkan perdamaian dan meluruskan hati yang bengkok.

“Hati yang bengkok karena penuh berisi hal-hal negatif harus diluruskan dengan mengelaborasi perintah baru. Jangan hanya mengasihi orang yang mencintai kita, umat harus mencintai juga mereka yang membenci dan memusuhi kita. Dan pada kesempatan yang berbahagia ini kami ucapkan Selamat Hari Jumat Agung dan Selamat Hari Paskah,” tutup Founder dan CEO Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (pusat), Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar (cabang) dan Gedung Piccadilly Room 1003-1004, Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99 Jakarta (cabang) ini.

Diketahui, Paskah bagi umat Kristiani merupakan perayaan suci. Gereja Kristen Katolik misalnya, mengawali perayaan liturgi Pekan Suci dengan merayakan Hari Raya Minggu Palma. Liturgi hari Minggu Palma membawa umat Kristiani untuk mengalami dan merasakan sosok Tuhan Yesus yang setia berkorban untuk manusia.

Selama sepekan, seluruh warga gereja mengenang secara kronologis prosesi Tuhan Yesus memasuki Kota Yerusalem pada hari Minggu Palma, perjamuan malam terakhir pada hari Kamis Putih, sengsara dan wafat Yesus di kayu salib pada hari Jumat Agung, dan akhirnya mengenang kebangkitan Yesus dari maut pada hari Sabtu Suci dan Minggu Paskah. (KI4)

Check Also

Percepat Transaksi Secara Elektronik, Pemkot Denpasar Dukung Pembentukan TP2DD

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Untuk mempercepat sistem transaksi secara elektronifikasi dan digital di daerah-daerah, Bank Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *