Home / Hukum / Turis Gebuk Turis Karena Rebutan Pacar, Dua Kenya Dituntut 10 Bulan Penjara
Dua turis asal Kenya saat menjalani sidang di PN Denpasar. (istimewa)

Turis Gebuk Turis Karena Rebutan Pacar, Dua Kenya Dituntut 10 Bulan Penjara

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Dua turis asal Kenya, Ruth Berly A Tieno (22) dan Lorine Namelok Sale (22) menganiaya Joaninha Maria Graciet Verdial Vieira, turis asal Timor Leste, saat berkunjung ke Bali, 5 Agustus 2019 lalu. Kasus turis gebuk turis inipun berujung di pengadilan.

Dua turis asal Kenya, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Nyoman Triarta Kurniawan, dinilai telah melawan hukum sebagaimana tertuang pada Pasal 170 ayat (2) ke-1e KUHP. Keduanya pun dituntut pidana penjara 10 bulan.

“Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, untuk menjatuhkan hukuman pidana kepada masing-masing terdakwa selama 10 bulan penjara,” kata Jaksa saat membacakan tuntutannya, dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (4/12/2019).

Mendengar tuntutan jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Esthar Octavi, ini kedua terdakwa melalui penerjemah Joaninha Maria Graciet Verdial Vieira mengaku menyesali perbuatannya. Keduanya juga meminta agar putusan hakim bisa lebih meringankan hukuman.

Disebutkan jaksa, kasus penganiayaan yang dilakukan kedua terdakwa terhadap Maria, Senin (5/8/2019) sekitar Pukul 02.30 WITA bertempat di depan Bar Seven Jalan Popies II, Kuta, Badung, ini diduga karena rebutan kekasih.

Masih dalam dakwaan, korban saat itu bersama adiknya yang bernama Maria Cristina Lemos, tengah menikmati hiburan malam di Engine Room, Kuta. Saat perjalanan kembali menuju hotel, korban dicegat oleh kedua terdakwa di Jalan Popies II, Kuta.

Malam itu, adik korban mendahului menuju ke hotel dan meninggalkan korban. Hal itu dilakukan lantaran besok paginya hendak menuju Portugal.

“Terdakwa Ruth Berly memegang kedua tangan saksi dan mengatakan ‘Kamu tau Lionel? Di mana dia sekarang?’. Pertanyaan ini langsung dijawab saksi, ‘Lionel di Timor’,” kata Jaksa.

Tanpa babibu, Ruth Berly tiba-tiba menarik tangan korban lalu menyeruduk ke arah hidung korban. Bahkan dia kembali melayangkan bogem mentah ke wajah dan menjambak rambut korban hingga terjatuh.

Saat korban sudah tak berdaya, Lorine yang datang belakangan langsung memegang rambut korban menggunakan kedua tangannya, lalu membenturkan kepala korban ke aspal.

Selanjutnya, terdakwa Lorine Namelok Sale menginjak bahu sebelah kiri korban sambil memegang kedua tangan korban. Saat kejadian, dua orang pegawai Bar Seven melerai aksi yang dilakukan Ruth dan Lorine.

Justru tangan salah satu pegawai klub malam ini digigit Lorine. Kesempatan ini langsung digunakan Ruth untuk melarikan diri. Dia langsung mencari taksi dan melapor kepada polisi. (KI6)

Check Also

Diduga Cemarkan Nama Baik, Istri Zainal Tayeb dan Salah Satu Media Online Disomasi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Diduga mencemarkan nama baik melalui media online, istri dari terdakwa Zainal Tayeb, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *