Home / Nusantara / Trotoar Cantik di Labuan Bajo Malah Jadi Lahan ‘Parkir’ Material Hingga Sampah
Kondisi trotoar di Labuan Bajo yang dijejali material bangunan. (kitaindonesia/itho umar)

Trotoar Cantik di Labuan Bajo Malah Jadi Lahan ‘Parkir’ Material Hingga Sampah

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Wajah Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, semakin cantik setelah Presiden Jokowi menggenjot pembangunan di daerah itu.

Tak hanya jalan, Presiden Jokowi melalui kementerian terkait bahkan menata trotoar serta pedesterian di daerah wisata super premium itu. Tampilan trotoar di beberapa ruas jalan di Labuan Bajo, bahkan semakin cantik.

Sayangnya, sentuhan pemerintah pusat dengan alokasi dana miliaran Rupiah ini justru disia-siakan. Sebab faktanya, beberapa titik trotoar yang sudah cantik itu malah tidak memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki.

Pantauan kitaindonesia.com, Sabtu (27/02/2021), beberapa ruas trotoar di Labuan Bajo malah digunakan sebagai lahan ‘parkir’ material bangunan rumah, tempat parkir mobil hingga titik mengumpulkan sampah.

Kondisi ini disorot khusus oleh Ketua Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat, Gerasimus Satria. Menurut dia, tidak dibenarkan trotoar yang peruntukkannya bagi pejalan kaki malah jadi tempat penumpukan material.

Trotoar juga dijadikan tempat penumpukan sampah. (kitaindonesia/itho umar)

“Tadi saya sempat memantau beberapa kondisi trotoar. Ada yang dijadikan tempat parkir kendaraan. Ada malah yang jadi tempat mengumpulkan material. Ini tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun,” ujar Satria.

Ia justru melihat ada pembiaran dari pemerintah daerah atas kondisi ini. Perhatian besar dari pemerintah pusat, seperti diabaikan begitu saja.

“Perlu ketegasan pemerintah membereskan hal ini. Jangan malah dibiarkan. Jangan sia-siakan perhatian pemerintah pusat untuk Labuan Bajo yang cukup besar,” tegasnya.

Satria pun menaruh harapan besar kepada bupati dan wakil bupati Manggarai Barat yang baru saja dilantik.

“Bupati baru, harapan baru. Artinya persoalan-persoalan seperti ini harus bisa secepatnya dibereskan,” tandas Satria.

Harapan senada juga disampaikan Yolanda, seorang pejalan kaki. Menurut dia, trotoar jadi lahan parkir atau tempat penampungan material justru merusak keindahan Labuan Bajo.

“Labuan Bajo itu indah. Jangan sampai persoalan trotoar tidak memberi kenyamanan,” ujarnya. (KI-01)

Check Also

Hari Laut Sedunia, Escape Bajo Bersama Komodo Escape Gelar Aksi Bersihkan Sampah di Pantai dan Laut

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Escape Bajo bersama Komodo Escape akan menggelar aksi bersihkan sampah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *