Home / Politik / Tokoh Senior Golkar Pilih Dukung Lawan, Ini Respons Sugawa Korry
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, I Nyoman Sugawa Korry. (istimewa)

Tokoh Senior Golkar Pilih Dukung Lawan, Ini Respons Sugawa Korry

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Dua tokoh senior Partai Golkar, I Gusti Putu Wijaya dan I Nyoman Suarsedana, mendukung pasangan I Komang Gede Sanjaya-Edi Wirawan (Jaya-Wira) di Pilkada Tabanan 2020. Hal ini direspons oleh Ketua DPD Partai Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry, saat dikonfirmasi di Denpasar, Senin (5/10/2020).

Menurut Sugawa Korry, dukungan kedua tokoh itu sangat disayangkan karena justru tidak mendukung pasangan calon yang diusung Partai Golkar bersama koalisi pada Pilkada Tabanan. Terlebih, I Gusti Putu Wijaya sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD Partai Golkar Bali. Seharusnya, Putu Wijaya bisa lebih memahami keputusan partai.

“Pak Wijaya itu kan orang senior di Golkar Bali. Dalam artian pernah di DPR RI, pernah di OKK yang selalu dalam diklat-diklat itu memberikan arahan agar taat dan loyal pada keputusan partai,” kata Sugawa Korry.

Ia menambahkan, dengan sikap Putu Wijaya yang lebih mendukung pasangan yang diusung oleh lawan, justru tidak sesuai dengan arahannya selama ini. Hal itu bisa dikatakan tidak loyal.

“Kalau sekarang dia begitu, kan lucu,” tandas Sugawa Korry, yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali ini.

Untuk menyikapi hal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan DPP Partai Golkar di Jakarta. Hanya saja, ia belum bisa memastikan tindakan apa yang akan diambil.

“Pasti itu. Cuma tindakan apa, kan saya harus berkoordinasi dengan DPP,” tegas Sugawa Korry.

Secara terpisah I Gusti Putu Wijaya membantah tudingan bahwa pihaknya melawan keputusan partai. Ia berargumen, selama ini tak pernah ada komunikasi antara Partai Golkar maupun pasangan calon AA Ngurah Panji Astika-I Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi) dengan dirinya. Justru yang lebih intens berkomunikasi adalah pasangan Jaya-Wira.

“Yang berkomunikasi dengan saya itu calon ini, Jaya-Wira. Golkar sama sekali tidak ada bicara sama saya,” ujar mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tabanan ini.

Soal tudingan tidak loyal, ia mengaku jika Partai Golkar justru seakan tidak menghargai dirinya. Terbukti dengan tidak adanya komunikasi.

“Kalau saya dibilang tidak loyal, saya saja tidak pernah diajak bicara kok. Terus kita biar loyal bagaimana lagi? Jadi saya harus menilai sendiri juga,” ucapnya. (KI-01)

Check Also

Kinerja Polda Bali Diapresiasi Sekwan DPRD Provinsi Bali

Denpasar(KitaIndonesia.Com) – DPRD Provinsi Bali menyatakan terbuka dalam memfasilitasi penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh masyarakat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *