Home / Hukum / Togar Situmorang Sesalkan Kriminalisasi Advokat
Advokat senior, Togar Situmorang, SH, MH, MAP. (istimewa)

Togar Situmorang Sesalkan Kriminalisasi Advokat

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, menegaskan, profesi advokat merupakan profesi yang mulia (officium nobile). Advokat mengabdikan diri serta berkewajiban untuk membela kepentingan masyarakat dan bukan semata-mata karena kepentingannya sendiri.

Advokat bahkan berperan besar dalam menegakkan hak-hak azasi manusia, baik tanpa imbalan maupun dengan imbalan. Sayangnya, masih banyak orang yang sering menyalahkan advokat, bahkan mengkriminalisasi advokat.

“Advokat mengabdikan dirinya kepada kepentingan masyarakat dan demi penegakan hukum yang berdasarkan kepada keadilan, serta turut menegakkan hak-hak asasi manusia. Tetapi nyatanya, masih banyak orang yang sering menyalahkan advokat, bahkan mengkriminalisasi advokat,” ujar Togar Situmorang, di Denpasar, Selasa (7/7/2020).

Ia pun sangat menyesalkan apabila ada pihak – pihak yang berniat mengkriminalisasi advokat. Sebab advokat itu tidak hanya sekadar profesi, melainkan suatu amanah dari undang-undang untuk ikut menjalankan dan mengawasi jalan penegakan hukum.

“Sungguh aneh apabila ada orang yang berniat ingin mengkriminalisasi profesi advokat,” tandas Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (pusat), dan Cabang Denpasar di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar serta Cabang Jakarta di Gedung Piccadilly Room 1003-1004, Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Jakarta Selatan, ini.

Ia mengingatkan, advokat bekerja berdasarkan surat kuasa. Karena itu, advokat mendapatkan imunitas di dalam maupun di luar Pengadilan. Selain hak imunitas, dalam surat kuasa juga terdapat hak retensi, substitusi dan honorarium.

“Sehingga institusi lain seperti kepolisian, kejaksaan, maupun hakim harus menghormati dan mengakui adanya hak-hak yang ada dalam surat kuasa tersebut,” kata Ketua Hukum RS dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur, itu.

BACA JUGA:   Hari Bhayangkara, Togar Situmorang: Tantangan Polri Semakin Berat

“Dalam proses mendapatkan klien pun, tidaklah mudah. Ada proses yang harus dilalui, di mana advokat harus menanyakan terlebih dahulu kepada calon klien, apakah pernah memakai jasa hukum dari advokat sebelumnya? Lalu, apakah klien sudah memenuhi seluruh kewajibannya kepada advokat itu? Pertanyaan ini penting diajukan karena kita bekerja berdasarkan kode etik,” imbuh advokat yang dijuluki Panglima Hukum ini.

Menurut Togar Situmorang, beberapa hal ini penting untuk dibahas, sebab jangan sampai ketika ada ketidakcocokan di kemudian hari antara klien dengan advokat, malah klien menyerang advokat.

“Itu sama saja menjatuhkan martabat advokat yang bekerja berdasarkan sebagai profesi mulia, semata-mata ada motivasi tersendiri baik itu ekonomi, dendam, iri dan hal-hal lainnya,” tegas advokat yang masuk Tim 9 Investigasi KOMNASPAN RI itu.

Ia pun mengajak agar menegakkan hak imunitas advokat dan melawan segala upaya yang mengarah kriminalisasi terhadap advokat. Advokat juga harus terus berjuang mempertahankan marwah advokat selaku profesi yang mulia dalam menjalankan tugasnya di bawah perlindungan hukum, undang-undang, kode etik dan sumpah profesi.

Hal ini penting, demikian Togar Situmorang, karena ada kesan para advokat tak dihargai marwahnya sebagai bagian dari penegak keadilan. Padahal, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat (UU Advokat) telah menyebutkan bahwa advokat sebagai bagian dari penegak hukum.

“Besar harapan kita bersama, supaya kriminalisasi terhadap advokat ini tidak terjadi lagi. Dan khusus untuk para advokat, ingat bahwa kita menjalankan tugas mulia, jadi tetap berpegang teguh pada kode etik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setop kriminalisasi advokat!” pungkas Togar Situmorang. (KI-01)

Check Also

PGN Minta Aparat Panggil Tokoh Demo Tolak Rapid dan Swab Test

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Aksi demo menolak rapid test dan swab oleh sejumlah warga di Lapangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *