Home / Peristiwa / Nasional / Togar Situmorang: Pancasila Final, Jangan Paksakan Ideologi Lain!
Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP bersama Penulis Buku Negara Khilafah Versus Negara Kesatuan Republik Indonesia Dr Sri Yunanto. (istimewa)

Togar Situmorang: Pancasila Final, Jangan Paksakan Ideologi Lain!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sebuah seminar dilaksanakan secara virtual oleh Kajian Terorisme Universitas Indonesia, Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 4 September 2020. Webinar hasil kerja sama dengan Institute For Politics, Peace and Security Studies (IPPSS) ini mengupas tema “Gerakan Khilafah dan Kebijakan Pemerintahan dalam Menangani Ormas Anti Pancasila”.

Webinar ini mendapat perhatian khusus dari advokat dan pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, MH, MAP. Ia menilai, webinar ini sangat menarik, sebab tema yang dibahas seputar permasalahan serius yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia.

“Menarik karena paham khilafah terus berusaha memaksakan kehendak kepada semua orang untuk mendirikan negara agama tertentu,” ujar Togar Situmorang.

Kondisi ini, menurut dia, sangat bertolak belakang dengan realitas bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam agama dan suku. Indonesia juga sudah final dengan ideologi Pancasila.

“Jangan paksakan lagi dengan ideologi lain. Pemaksaan kehendak itu tidak sejalan dengan semangat ideologi  bangsa yang mengayomi semua identitas Indonesia,” tegas Ketua Hukum RS dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur, ini.

Melihat kondisi masyarakat saat ini, lanjut Togar Situmorang, akan lebih baik jika setiap elemen bangsa dapat menerima adanya perbedaan identitas dan menebarkan sikap saling toleransi terhadap sesama. Apabila memaksakan ideologi lain, justru akan menjadi ketakutan bagi bangsa dan negara.

“Kita semua juga harus memahami bahwa khilafah tidak bisa berkembang di Indonesia, karena bertolak dengan sistem pemerintahan Indonesia yang sudah disepakati bersama sejak kemerdekaan tahun 1945,” kata Togar Situmorang.

“Jika propaganda tentang khilafah dipaksakan, maka hal tersebut berpotensi terjadi benturan yang bisa menimbulkan perang saudara,” imbuh Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini.

Ia menilai, saat ini bangsa Indonesia bersyukur karena dipimpin Presiden Joko Widodo yang sangat konsisten menjalankan amanat negara, tegas menangkal kaum radikal, sehingga seluruh masyarakat bisa tetap nyaman dalam hidup berbangsa.

“Musuh kita saat ini adalah ormas anti Pancasila dan otak di belakangnya adalah diduga kelompok oligarki,” ucapnya.

Indonesia, menurut Togar Situmorang, sesungguhnya sudah ada Undang-Undang Ormas. Namun, ia menilai regulasi tersebut tidak memiliki taring yang tajam untuk membasmi ormas-ormas yang anti Pancasila.

“Ironisnya, sudah ada Perppu Ormas dan menjadi UU, tetapi belum bisa menggigit dan mengeksekusi ormas-ormas yang anti Pancasila,” tandas Togar Situmorang.

Kelompok anti Pancasila itu, menurut dia, sering kali menuding kelompok-kelompok masyarakat berbeda dengan agama mereka, dengan sebutan PKI. Padahal sampai saat ini, tudingan semacam itu tidak pernah bisa dibuktikan secara faktual.

“Jadi intinya, jangan sampai ada orang atau kelompok yang berani mengganggu kedaulatan bangsa Indonesia, bahkan ingin mengganti ideologi Pancasila,” tegas anggota Tim 9 Investigasi Komnaspan RI ini.

“Mari kita bersama, bersatu padu, baik pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat Indonesia serta seluruh lapisan elemen negeri, untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika,” pungkas Founder dan CEO Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon; Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22, Denpasar; Jalan Malboro Teuku Umar Barat Nomor 10, Denpasar; Gedung Piccadilly Room 1003-1004, Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Jakarta Selatan; serta Lantai Dasar Blok A Nomor 12 Srengseng Junction, Jalan  Srengseng Raya Nomor 69 RT/RW 05/06, Jakarta Barat, ini. (KI-01)

Check Also

KMHDI Akan Gelar Rakernas di Bogor

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *