Home / Nusantara / Togar Situmorang: Natal Momentum Perkuat Toleransi
Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP. (istimewa)

Togar Situmorang: Natal Momentum Perkuat Toleransi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hari Raya Natal, 25 Desember 2020, telah berjalan dengan aman dan lancar. Meski dirayakan secara sederhana, karena dunia masih dilanda wabah virus corona, namun umat Kristiani di seluruh dunia tetap menyambut peringatan Kelahiran Juru Selamat ini dengan penuh suka cita.

Di tengah keprihatinan akan pandemi Covid-19, banyak harapan umat atas berkah Natal 2020 ini. Salah satunya sebagaimana dilontarkan salah satu tokoh umat Kristiani Kota Denpasar yang juga advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CLA.

Menurut advokat kelahiran Jakarta berdarah Batak itu, perayaan hari suci Natal 2020, salah satunya mengingatkan seluruh umat tentang pentingnya toleransi dalam hidup bermasyarakat.

Natal, bagi advokat yang dijuluki Panglima Hukum ini, perlu dipandang sebagai salah satu momentum penting untuk memperkuat sekaligus memantapkan kesadaran dan komitmen bersama dalam menjaga kemajemukan bangsa Indonesia yang bebas dari diskriminasi.

“Keberagaman adalah suatu hal yang tak dapat dielakkan dari kehidupan di muka bumi ini. Banyak sekali perbedaan dan keberagaman yang sering kita temukan di sekeliling kita. Terutama bagi kita yang hidup dan tinggal di Negara Indonesia, negara yang memiliki semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi tetap satu jua’. Dari semboyan ini, kita tahu bahwa Negara Indonesia memiliki banyak sekali keberagaman. Keberagaman inilah yang membuat masyarakat Indonesia disebut sebagai masyarakat yang majemuk,” ucapnya, di Denpasar, Sabtu (26/12/2020).

“Ada dua indikator toleransi, yaitu menerima dan menghormati. Menerima seperti memberikan kesempatan berinteraksi, penghargaan pada keragaman budaya, dan mengenali sikap tidak toleran. Sedangkan menghormati, bersedia untuk menghargai dan menghormati hak orang lain,” imbuhnya.

Dalam konteks kehidupan masyarakat di Pulau Bali, yang terkenal masyarakatnya sangat ramah dan memiliki toleransi tinggi, demikian Togar Situmorang, tentu menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Apa yang dilakukan masyarakat Bali, tentu sangat menjunjung nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar Negara.

“Nilai-nilai luhur Pancasila tersebut sesuai dengan sila yang tercantum dalam Pancasila, khusus Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan UUD 1945 Pasal 29 ayat 2, menguatkan tentang perlunya toleransi beragama yang harus dilaksanakan di Indonesia. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu,” papar Togar Situmorang.

Meski hal tersebut sangat jelas, namun tetap saja ada gejolak-gejolak yang terjadi. Seperti pada kasus penghinaan terhadap Pecalang Bali, yang terjadi pada tahun 2017.

Togar Situmorang berharap, Kepolisian Daerah (Polda) Bali tetap melanjutkan proses hukum kasus ini dan menetapkan status tersangka dalam kasus penghinaan pecalang tersebut. Sejauh ini, kasus tersebut belum tuntas.

“Apalagi Polisi mengenakan Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 a Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE, menyangkut ujaran kebencian dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tandas Togar Situmorang.

Polda Bali, lanjut dia, semestinya segera mengusut tuntas dan memproses hukum pelaku terkait peristiwa hukum penghinaan Pecalang di Bali. Apalagi pelaku menuduh Pecalang melempari umat Muslim saat melakukan Ibadah. Padahal tuduhan tersebut tidak benar, karena tidak pernah terjadi peristiwa pelemparan tersebut.

“Dalam konteks sosial, banyak organisasi masyarakat di Bali yang bersama Pecalang selalu menjaga toleransi antar umat beragama di Bali dan menjunjung tinggi toleransi hidup berdampingan serta menjaga kerukunan antar beragama di Bali,” tegas Togar Situmorang.

Sebagai Dewan Penasehat DPP Forum Batak Intelektual (FBI), Togar Situmorang berharap jangan sampai kerukunan umat beragama di Bali yang sudah terjalin sejak lama, malah dirusak oleh orang – orang tidak bertanggung jawab, apalagi berbau unsur-unsur radikalisme.

“Mari kita bersama-sama menjaga rasa toleransi di negeri ini. Ingat, jangan karena perbedaan kita jadi bermusuhan. Jadikanlah perbedaan itu sebagai warna warni kehidupan yang akan membuat hidup menjadi indah. Karena puncak dari ibadah adalah akhlak dan puncak tertinggi dari akal adalah toleransi,” pungkas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A, Renon; Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22, Denpasar; Jalan Malboro Teuku Umar Barat Nomor 10, Denpasar; Gedung Piccadilly Jalan Kemang Selatan Raya 99, Jakarta; Jalan Srengseng Raya Nomor 69 RT 05 RW 06, Lantai Dasar Blok A Nomor 12, Srengseng Junction, Jakarta; Jalan Trans Kalimantan Nomor 3-4, Sungai Ambawang – Pontianak, Kalimantan Barat; Jalan Ki Bagus Rangin Nomor 160 dan Jalan Duku Blok Musholla Baitunnur Nomor 160 RT/RW 007/ 001 Desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon 45167, ini. (KI-01)

Check Also

Hari Laut Sedunia, Escape Bajo Bersama Komodo Escape Gelar Aksi Bersihkan Sampah di Pantai dan Laut

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Escape Bajo bersama Komodo Escape akan menggelar aksi bersihkan sampah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *