Home / Hukum / Togar Situmorang Dukung Wacana Presiden Jokowi Merevisi UU ITE
Advokat senior Togar Situmorang, SH, CMed, MH, MAP, CLA. (istimewa)

Togar Situmorang Dukung Wacana Presiden Jokowi Merevisi UU ITE

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak DPR RI untuk merevisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Revisi tersebut penting untuk menghapus pasal-pasal karet yang berpotensi multitafsir.

“Kalau Undang-Undang ITE tidak bisa memberikan rasa keadilan ya, saya akan minta kepada DPR untuk bersama-sama merevisi undang-undang ini, Undang-Undang ITE ini. Menghapus pasal-pasal karet yang penafsirannya bisa berbeda-beda, yang mudah diinterpretasikan secara sepihak,” kata Jokowi, saat memberikan arahan pada rapat pimpinan TNI-Polri di Istana Negara, Jakarta, awal pekan ini.

Rencana Jokowi ini disambut positif oleh kalangan DPR RI hingga tokoh masyarakat. Di antaranya adalah advokat kondang yang juga pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, CMed, MH, MAP, CLA, di Denpasar, Rabu (17/2/2021).

“Dengan adanya rencana revisi itu, kita sangat mengapresiasi sekali dan sudah sangat tepat. Sebab UU ITE itu bisa menjadi pasal karet, artinya digunakan orang untuk saling melapor kepada pihak kepolisian serta menyebabkan orang gampang dipanggil, gampang diperiksa,” ucapnya.

Togar Situmorang sendiri pernah mengalami hal ini di wilayah hukum Jawa Timur. Ia dilaporkan terkait UU ITE oleh seseorang pada tahun 2017.

“Pertama, kalau kita melihat dan mengacu pada pencemaran nama baik melalui media online, berarti apa yang diisi judul itu harusnya bercerita sesuatu tentang kebohongan,” cerita Togar Situmorang.

Padahal, Togar Situmorang selaku penerima kuasa yang sah dari klien. Namun, pihaknya justru dilaporkan oleh lawan klien dimaksud.

“Dengan adanya laporan ini, justru kita yang merasa dikriminalisasi sebagai penerima kuasa yang menjalankan profesi advokat. Begitu juga di wilayah hukum Bali, di mana ada suatu pernyataan dari advokat dalam berita di media online yang menyebutkan 99 persen akan menjadi Tersangka. Dan untuk informaai hoaks tersebut sudah kita buatkan pengaduan ke pihak berwajib,” jelasnya.

Berangkat dari apa yang dialaminya, Togar Situmorang mendukung penuh rencana revisi UU ITE.

“Saya selaku pribadi selaku praktisi hukum sangat mendukung. Sehingga ruang digital di Indonesia tidak menimbulkan multitafsir tentang implementasi UU ITE tersebut, yang justru menimbulkan rasa ketidakadilan,” kata advokat yang sering disapa “Panglima Hukum” ini.

Togar Situmorang berharap, DPR RI segera merevisi terutama pasal-pasal karet yang penafsirannya bisa berbeda-beda dan diinterpretasikan secara sepihak.

Ia juga secara khusus mengapresiasi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, yang mengakui bahwa UU ITE bisa digunakan untuk mengkriminalisasi. Karena itu, Kapolri akan mengedepankan restoratif justice dan akan selektif menerima laporan terkait kasus UU ITE dari masyarakat.

“Bahkan Kapolri juga akan mengedepankan langkah edukatif dan persuasif. Jadi kalau itu terjadi maka adalah langkah yang sangat bijak dan hebat. Karena penggunaan dunia maya atau siber itu betul-betul bisa tetap terjaga,” ucapnya.

“Saya berharap supaya keberadaan UU ITE benar-benar menjaga ruang digital di Tanah Air tetap bersih sekaligus juga adil. Tentu saja kita tetap harus menjaga ruang digital Indonesia sekali lagi agar bersih, sehat, beretika, penuh dengan sopan santun, tata krama, dan juga produktif,” pungkas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang ini. (KI-01)

Check Also

Law Firm Togar Situmorang Kembali Menangkan Perkara, Pengadilan Eksekusi Villa di Batu Layar

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Kerja keras Law Firm Togar Situmorang kembali berbuah manis. Kantor hukum yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *