Home / Hukum / Togar Situmorang Apresiasi Langkah Polisi Tangkap Penista Agama
Advokat Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA. (istimewa)

Togar Situmorang Apresiasi Langkah Polisi Tangkap Penista Agama

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Polisi telah menangkap Muhammad Kece dan Ustaz Yahya Waloni, dalam kasus ujaran kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA.

Ustaz Yahya Waloni sebelumnya sempat dilaporkan oleh kelompok masyarakat, terkait dengan dugaan penistaan agama. Ia menyebut Injil fiktif serta palsu.

Adapun Muhammad Kece, melalui unggahan-unggahannya tampak konsisten mengisi materi video dengan membedah dan menentang isi Al Qur’an. Beberapa di antaranya berisi tentang pembahasan salat, nabi, hingga Kitab Kuning.

Kinerja kepolisian ini mendapat apresiasi banyak kalangan, termasuk advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA. Menurut dia, keduanya pantas ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Saya pribadi sangat mengapresiasi kinerja dari kepolisian yang segera bertindak untuk menangkap keduanya. Karena perbuatan seperti itu, harus diberantas sampai ke akar-akarnya,” kata Togar Situmorang, di Denpasar, Sabtu 28 Agustus 2021.

Menurut dia, ujaran kebencian dan penghinaan terhadap simbol agama adalah pidana. Deliknya aduan dan bisa diproses di kepolisian.

“Itu juga termasuk melanggar UU Nomor 1/ PNPS/ 1965 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama,” ujar advokat yang juga pengamat kebijakan publik ini.

Ia menambahkan, aktivitas ceramah baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui online, seharusnya dijadikan sebagai ruang edukasi dan pencerahan. Ceramah adalah media bagi para penceramah agama untuk meningkatkan pemahaman keagamaan publik terhadap keyakinan dan ajaran agamanya masing-masing.

“Ceramah itu bukan untuk saling menghina keyakinan dan ajaran agama lainnya. Ceramah adalah media pendidikan, maka harus edukatif dan mencerahkan,” ucapnya.

Dikatakan, di tengah upaya untuk terus memajukan bangsa dan menangani pandemi Covid-19, semua pihak mestinya fokus pada ikhtiar merajut kebersamaan, persatuan, dan solidaritas.

“Bukan malah melakukan kegaduhan yang bisa mencederai persaudaraan kebangsaan,” tandas Togar Situmorang yang berlatar belakang Master Administrasi Publik (MAP).

Dalam hal ini, lanjut dia, ada 4 indikator yang dikuatkan, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta penerimaan terhadap tradisi.

Dalam konteks ceramah agama, demikian Togar Situmorang, penguatan terhadap empat indikator moderasi ini penting dan strategis agar para penceramah bisa terus mengemban amanah pengetahuan dalam menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang selain meneguhkan keimanan umat, juga mencerahkan dan inspiratif.

Tanpa hal tersebut, imbuhnya, justru akan memberikan implikasi yang ke arah perpecahan.

“Negara Indonesia adalah Negara yang majemuk yang tidak menganut satu agama saja. Seperti saya sendiri, adalah seorang umat Kristiani sejati karena nenek moyang serta keluarga orang tua saya serta anak-anak juga cucu adalah pemeluk agama Kristen. Tentunya akan tetap memupuk dan menjalin tali kasih dengan umat agama lainnya di luar Kristen tanpa harus menghina keyakinan agama lain,” ucapnya.

“Oleh sebab itu, jangan sampai ada oknum yang berusaha merusak kebhinekaan Negara kita yang sudah terpupuk sejak dahulu kala. Mari kita sebagai bangsa Indonesia, bersatu dan bersinergi memberantas para penyebar hoaks, penista agama dan penyebar ujaran kebencian berkedok agama,” pungkas pungkas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang yang berkantor di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar Timur, Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99 Gedung Piccadilly, Jakarta, Jalan Terusan Jakarta Nomor 181, Ruko Harmoni, Kav 18, Antipani, Kota Bandung, Jalan Pengalengan Raya Nomor 355, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan Jalan Prof IB Mantra Gg Melati Banjar Gumecik, Ketewel, Bali ini. (KI-01)

Check Also

Keponakan Togar Situmorang Diduga Jadi Korban Mafia Tanah di Bandung

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Advokat senior Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, mengatakan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *