Home / Ekonomi / Togar Situmorang Ajak Masyarakat Kawal Megaproyek Pelabuhan Segitiga Emas
Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, saat tampil sebagai narasumber dalam webinar yang diselenggarakan LBH Pemuda Sejati. (istimewa)

Togar Situmorang Ajak Masyarakat Kawal Megaproyek Pelabuhan Segitiga Emas

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, mengajak masyarakat untuk mengawal pengerjaan megaproyek Pelabuhan Segitiga Emas di Kabupaten Klungkung, Bali. Ajakan tersebut disampaikannya saat tampil sebagai narasumber dalam webinar yang diselenggarakan LBH Pemuda Sejati, yang mengangkat tema “Kajian Hukum Proyek Pelabuhan Segitigas Emas Klungkung, Bali”.

Ini untuk ketiga kalinya advokat senior yang juga pengamat kebijakan publik ini didaulat menjadi narasumber oleh LBH Pemuda Sejati. Menurut Togar Situmorang, apa yang dilakukan oleh LBH Pemuda Sejati ini sungguh luar biasa. Sebab bisa menggelar webinar secara berkelanjutan, dan membahas isu – isu menarik yang sedang hangat diperbincangkan publik.

“Saya sangat berterimakasih kepada pihak LBH Pemuda Sejati khususnya kepada rekan I Putu Agus Putra Sumardana, SH, yang merupakan Ketua LBH Pemuda Sejati, dengan tetap memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi narasumber kembali pada kegiatan webinar ini,” ucapnya.

“Saya juga mengapresiasi karena kegiatan webinar ini tetap dijalankan secara berkelanjutan dan banyak elemen masyarakat yang antusias ikut dalam webinar ini. Seperti Bapak Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung, rekan advokat, Ilham Ahmad Yani dari Pers Jakarta serta masyarakat Bali maupun luar Bali,” imbuh Togar Situmorang.

Ketua Pengurus Kota Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengkot POSSI) Kota Denpasar ini pun mengapresiasi Bupati Klungkung yang secara gamblang membeberkan proses hingga pengerjaan megaproyek ini.

Pelabuhan Segitiga Emas ini sudah dimulai, yang ditandai dengan ground breaking (peletakan batu pertama) oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, disaksikan oleh Gubernur Wayan Koster, Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, serta Bupati Klungkung. Pelabuhan Segitiga Emas ini menghubungkan Pelabuhan Sanur –  Pelabuhan Bias Munjul – Pelabuhan Sampalan.

“Saya berharap, pembangunan pelabuhan penyeberangan segitiga emas Provinsi Bali ini segera terwujud. Jangan sampai proyek ini mangkrak atau bermasalah hukum,” tandas Togar Situmorang, yang masuk dalam Tim 9 Investigasi Komnaspan RI itu.

Ia menambahkan, pemenang tender pembangunan proyek tersebut sudah akan memulai tahap pelaksanaan. Togar Situmorang berharap, masyarakat mendukung megaproyek ini sekaligus mengawalnya.

“Diharapkan masyarakat mendukung, agar apa yang dilaksanakan dapat berjalan lancar. Dengan demikian, Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Bias Munjul mampu meningkatkan geliat ekonomi Kabupaten Klungkung, khususnya Nusa Penida,” ujar Togar Situmorang, yang juga Ketua Hukum RS dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur.

BACA JUGA:   Gubernur: Bali Harus Mandiri Energi!

Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Bias Munjul nantinya akan dihubungkan dengan Pelabuhan Sanur, di Pantai Matahari Terbit, Denpasar. Selama ini, Dermaga Sanur menjadi alternatif penyeberangan jarak pendek masyarakat dan wisatawan dari Denpasar ke Nusa Penida, Klungkung.

Ada tiga target pembangunan Dermaga Sanur. Pertama, untuk memenuhi kebutuhan penyeberangan masyarakat lokal yang tangkil sembahyang ke Pura Penataran Ped di Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida. Kedua, kepentingan transportasi masyarakat Nusa Penida-Sanur yang secara ekonomis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seberang. Ketiga, kepentingan Nusa Penida sebagai kawasan destinasi wisata.

“Kami menyarankan dalam pembangunan proyek dermaga ini berpedoman pada Perda Bali Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penguatan dan  Pemajuan Kebudayaan Bali terkait arsitektur pelabuhan, supaya sesuai dengan budaya Bali itu sendiri,” ucapnya.

Selanjutnya Togar Situmorang yang juga Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali mengingatkan bahwa, mengingat sumber dana pembangunan pelabuhan ini dari APBN dan APBD Provinsi Bali, maka harus digunakan dengan bijaksana dan bertanggungjawab. Jangan sampai dana yang berasal dari masyarakat ini justru diselewengkan oleh oknum-oknum tertentu.

“Pada kesempatan webinar ini, saya menyarankan agar dalam menggali dana masyarakat dapat juga dilakukan pemangku kekuasaan melalui obligasi daerah. Karena hal itu ikut serta membangkitkan perekonomian masyarakat dengan memprioritaskan proyek-proyek mercusuar yang refound dana ke masyarakat bisa nyata, apalagi latar belakang masyarakat Bali adalah Menyame Braye Nindihin Jagat Bali dan sesuai visi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tuturnya.

Di akhir paparannya, Togar Situmorang juga berharap agar seluruh masyarakat dan stakeholder tetap mengawasi program besar ini, sehingga pengerjaan pelabuhan ini selesai tepat waktu.

“Banyak masyarakat yang mengelu-elukan pelabuhan ini cepat selesai dan beroperasi, apalagi Presiden RI Joko Widodo mengarahkan pemerintah untuk fokus pada penyelesaian proyek infrastruktur di kawasan destinasi parawisata, salah satunya pelabuhan, sampai akhir tahun 2020,” pungkas Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (pusat), dan Cabang Denpasar di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar serta Cabang Jakarta di Gedung Piccadilly Room 1003-1004, Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Jakarta Selatan, ini. (KI-01)

Check Also

Pemkab Mabar Kucurkan Dana Stimulan Bagi 628 Kelompok Usaha Mikro

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur mengucurkan dana stimulan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *