Home / Nusantara / Tim Yustisi Kota Denpasar Jaring 17 Pelanggar Prokes
Tim Yustisi Kota Denpasar saat memberikan edukasi kepada pelanggar protokol kesehatan. (humas pemkot denpasar)

Tim Yustisi Kota Denpasar Jaring 17 Pelanggar Prokes

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Tim Gabungan Yustisi Kota Denpasar yang terdiri dari Satpol PP Kota Denpasar, Dishub, TNI, Polri bersama Tim Penegakan Peraturan Daerah Kota Denpasar, secara rutin menggelar  operasi penertiban disiplin dan penegakan hukum potokol kesehatan di wilayah itu. Operasi ini digelar untuk meminimalisir terjadinya penularan virus corona (Covid-19).

Khusus Minggu (10/1/2021), operasi menyasar Taman Janggan Renon, Lapangan Puputan Badung hingga pengguna jalan seputar Kota Denpasar. Setidaknya ada 17 pelanggar Prokes yang terjaring dalam operasi kali ini.

Hal ini dibenarkan Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga, saat dikonfirmasi usai kegiatan. Menurut dia, kegiatan kali ini sengaja dilaksanakan di tempat yang biasanya menjadi pusat keramaian.

“Kami melaksanakan kegiatan pemantauan Prokes selalu di wilayah zona orange atau jumlah penderita Covid-19 yang cukup banyak serta tentunya tempat yang berpotensi terjadi keramaian. Yang mana penegakan Perda, Pergub dan Perwali selalu kami gelar, agar masyarakat memahami bahwa sangat penting mematuhi protokol kesehatan,” kata Sayoga.

Dari kegiatan tersebut, lanjut Sayoga, terjaring 17 orang yang melanggar, yakni menggunakan masker tapi tidak benar. Mereka hanya diberikan pembinaan dan sanksi sosial.

“Pembinaan saja. Sanksi sosial. Tidak ada yang didenda, karena semua sudah memakai masker, tetapi tidak sempurna karena dipakai di dagu. Dengan terus diberikan sanksi bagi yang melanggar, maka diharapkan masyarakat tidak akan ada yang melanggar lagi, sehingga  penularan virus corona bisa diputus mata rantainya,” ujar Sayoga.

Ia menambahkan, pencegahan penularan Covid-19 dibutuhkan partisipasi atau kesadaran masyarakat. Setelah dilakukan penegakan sekian kali, menurut dia, masyarakat sudah mulai tampak kesadarannya tentang protokol kesehatan. Meskipun demikian, masih ada beberapa orang yang tidak sadar, sehingga dalam sidak masih ditemukan warga yang tidak memakai masker.

“Dalam hal ini tugas kita semua harus tetap melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi untuk dapat menggugah atau mendorong percepatan perubahan prilaku masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dan prilaku hidup bersih dan sehat,” pungkasnya. (KI-02)

Check Also

Dinas Pemajuan Desa Adat Siap Mendukung Polda Bali Wujudkan Situasi Kondusif

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Tradisi silaturahmi yang dilakukan Polda Bali dalam rangka mewujudkan situasi yang aman …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *