Home / Nusantara / Tim Gabungan Jaring Lima Pelanggar Prokes, Dua Orang Diganjar Denda
Pelaksanaan razia penegakan protokol kesehatan di kawasan simpang Jalan Seroja - Jalan Kemuda - Jalan Padma, Kelurahan Tonja, Denpasar. (humas pemkot denpasar)

Tim Gabungan Jaring Lima Pelanggar Prokes, Dua Orang Diganjar Denda

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Tim gabungan yang terdiri atas unsur TNI/Polri, Dishub, Satpol PP, Linmas, Satgas Gotong Royong Kelurahan Tonja dan Desa Adat Tonja, Kota Denpasar, kembali menggelar razia penegakan hukum Pergub Bali Nomor 46 Tahun 2020 dan Perwali Denpasar Nomor 48 Tahun 2020. Kegiatan kali ini menyasar kawasan simpang Jalan Kemuda – Jalan Padma – Jalan Seroja, Kelurahan Tonja, Denpasar, Jumat (22/1/2021).

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan menjaring sebanyak 5 orang yang melanggar protokol kesehatan. Mereka tidak menerapkan standar protokol kesehatan dengan benar, seperti tidak menggunakan masker dengan tepat dan tidak membawa masker.

“Sebanyak dua orang diganjar denda sebesar 100 ribu rupiah. Ini sesuai Pergub Bali Nomor 46 Tahun 2020. Mereka didenda karena tidak membawa masker. Sementara tiga orang lainnya diberikan teguran simpati dan hukuman sosial  karena memakai masker yang tidak sempurna,” kata Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, di sela-sela kegiatan tersebut.

Ia menambkan, kegiatan penegakan hukum (Yustisi) terkait Pergub Nomor 46 Tahun 2020 dan Perwali Kota Denpasar Nomor 48 Tahun 2020 serta pendisiplinan kepada masyarakat dan pelintas di wilayah Kelurahan Tonja dilaksanakan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru. Terlebih lagi saat ini sedang berlangsung PPKM.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengecek protokol kesehatan kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan Kelurahan Tonja. Kegiatan tersebut dikemas dengan melakukan pemantauan, teguran hingga sanksi denda dengan memberikan himbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan.

“Jadi dengan melaksanakan razia ini, diharapkan masyarakat semakin meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan,” tutur Sayoga.

Ia menambahkan, pelaksanaan penindakan ini tidak semata mengenakan denda, melainkan memberikan efek jera sehingga masyarakat dapat tergugah kedisiplinannya dalam menerapkan protokol kesehatan. Pihaknya menekankan bahwa dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19 ini diperlukan kerjasama seluruh stakeholder, utamanya masyarakat.

“Jadi masyarakat yang menjadi garda terdepan, dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan adalah kunci utama, tetap produktif, tapi protokol kesehatan wajib,” tegas Sayoga.

Dari pelaksanaan operasi yustisi kali ini, kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan berkendara, yakni untuk tetap menggunakan masker, sudah mulai meningkat. Namun demikian masih ditemukan pelanggaran dalam kegiatan yang digelar secara rutin ini.

“Alasan klasik masih mendominasi pelanggaran. Hal ini di antaranya jarak tempuh yang dekat, merasa terganggu saat menggunakan masker, dan lupa membawa masker. Padahal kita ketahui bersama bahwa pandemi belum usai. Jadi kita wajib menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar,” ucapnya. (KI-02)

Check Also

Sekretariat Politician Academy Branch NTT 1 di Ruteng Diresmikan

Ruteng (KitaIndonesia.Com) – Sekretariat Lembaga Konsultan Politik ‘Politician Academy’ Branch NTT 1 diresmikan di Waso, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *