Home / Kesehatan / Tetap Layani Pasien BPJS, Direktur RSBM: BPJS Asuransi Kesehatan Termurah
Direktur Rumah Sakit Bali Mandara, dr Bagus Darmayasa. (istimewa)

Tetap Layani Pasien BPJS, Direktur RSBM: BPJS Asuransi Kesehatan Termurah

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Direktur Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) dr Bagus Darmayasa memastikan bahwa pihaknya tetap melayani pasien peserta BPJS. Hal ini dilakukan karena RSUD Bali Mandara berkomitmen melayani  pasien tanpa pernah memperhitungkan untung-rugi.

Komitmen itu selaras dengan filosofi kehadiran RSUD Bali Mandara, yang berorientasi pada pelayanan yang berkualitas untuk semua pasien. Pelayan yang berkualitas dimaksud mengacu kepada motto RSUD Bali Mandara yakni “CAKRA” (Cepat,  Aman, Komunikatif, Ramah dan Akuntabel).

“Kami juga menilai bahwa BPJS saat ini merupakan asuransi kesehatan termurah di Indonesia, apabila dibandingkan dengan asuransi kesehatan swasta lainnya,” kata Bagus Darmayasa, di Denpasar, Rabu (11/12/2019).

Ia menjelaskan, Pemprov Bali sengaja membangun rumah sakit yang bagus dengan pelayanan baik dan ruangan yang nyaman, agar masyarakat dapat merasakan dan menikmati pelayanan kesehatan dengan baik tanpa membedakan asal, strata dan unsur pembeda lainnya.

Itu pula sebabnya, ketika BPJS tersandung masalah secara nasional maupun lokal yang berakibat pada tersendatnya pembayaran klaim ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, termasuk RSBM, pihaknya tetap tegar memberdayakan potensi dan fasilitas yang ada.

“Ini kami lakukan untuk mempertahankan pelayanan berkualitas kepada pasien peserta BPJS,” ujar dokter yang juga menekuni dunia seni itu.

Ia menambahkan, ketika pembayaran klaim BPJS kepada RSBM mengalami penundaan, ada masalah internal yang harus dihadapi. Misalnya terkait pengadaan rutin untuk obat dan fasilitas pelayanan. Namun, justru kondisi demikian menjadi tantangan bagi segenap karyawan dan pimpinan untuk mencari solusi.

“Salah satu solusi yang diambil adalah mengefektifkan penggunaan obat dan fasilitas pelayanan hanya untuk yang paling urgen menurut pertimbangan yang matang. Waktu rawat inap juga kian selektif, hanya untuk yang benar-benar perlu. Dengan begitu, sirkulasi pelayanan dan pemanfaatan sumber daya di Rumah Sakit Bali Mandara menjadi efektif,” ucapnya.

Pada saat yang sama, oleh karena ada fasilitas kesehatan lainnya mulai menolak pasien peserta BPJS, maka jumlah kunjungan di RSBM mengalami peningkatan. Menghadapi kenyataan itu, petugas medis yang jumlahnya tetap, digerakkan untuk mengefektifkan pelayanan.

Petugas bidang administrasi dan non medis lainnya, tetap sigap di bidangnya. Bahkan sedapat mungkin mereka membantu petugas medis, untuk hal-hal yang bisa dibantu.

Selanjutnya petugas penerangan dan kehumasan terus melancarkan sosialisasi, baik kepada customer/pengunjung maupun kepada internal, untuk terus memelihara dan menegakkan kaidah-kaidah pelayanan prima di tengah tantangan.

Para pimpinan pun semakin meningkatkan motivasi dan pengawasan kinerja. Jam kerja bertambah, tanpa memperhitungkan tambahan saleri. Fungsi koordinasi dan bimbingan semakin digiatkan untuk terus merawat budaya kerja agar tidak mengalami degradasi akibat masalah yang dialami.

“Sekarang, meski beban bayar pasien peserta BPJS mengalami kenaikan, namun menurut prediksi kami, pasien BPJS di Bali akan tetap bertambah. Mengapa? Karena bagaimanapun, dibanding dengan asuransi lainnya, BPJS tetap menjadi asuransi kesehatan termurah,” tandas Bagus Darmayasa.

Ia pun berharap, masalah yang dihadapi BPJS segera berlalu dengan adanya kebijakan terbaru, antara lain kenaikan iuran bulanan bagi peserta. Yang pasti, RSBM tetap memegang komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada semua pasien, termasuk kepada peserta BPJS. (KI4)

Check Also

Multi Program “Gerakan Minum Jamu” Tabanan

Tabanan (KitaIndonesia.Com) – Tidak puas dengan Gebrakan ASN Peduli, kali ini Bupati Tabanan Ni Putu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *