Home / Peristiwa / Nasional / Teror Mabes Polri, Togar Situmorang: Negara Tidak Boleh Kalah
Advokat senior yang juga pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, CMEd, MH, MAP, CLA. (istimewa)

Teror Mabes Polri, Togar Situmorang: Negara Tidak Boleh Kalah

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa pelaku penembakan di Mabes Polri, Rabu 31 Maret 2021 sore, beraksi sendiri atau “lone wolf”. Pelaku berinisial ZA dan berjenis kelamin perempuan ini diketahui berideologi radikal ISIS.

Aksi teror di Mabes Polri yang hanya selisih beberapa hari dari teror bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar ini memantik kutukan publik. Melalui media sosial Facebook, Twitter dan Instagram, publik memberikan tanggapan mereka mengenai teror ini.

“Kejadian in merupakan tragedi yang tidak boleh ditoleransi, karena Mabes Polri adalah tempat vital dan sebagai bagian wibawa pilar hukum di Indonesia,” kata advokat senior yang juga pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, CMEd, MH, MAP, CLA, di Denpasar, Kamis (1/4/2021).

“Aksi terorisme yang makin hari kian merajalela, menimbulkan kecemasan dan ketakutan bagi masyarakat Indonesia. Sehingga penegak hukum wajib bertindak tegas terhadap seluruh pelaku teror. Tindakan tegas akan menciptakan stabilitas bagi Indonesia,” imbuh CEO & Owner Law Firm Togar Situmorang Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Gedung Piccadilly, Jakarta ini.

Ia menambahkan, dengan rentetan aksi teror ini, harus ada sinkronisasi UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan undang-undang lainnya. Seperti di Bidang Lalu Lintas Orang (Imigrasi & Perdagangan Orang), Lalu Lintas Barang (Senjata, Pabean, Narkotika & Bahan Kimia/ Biologi), serta terkait Lalu Lintas Uang (Perbankan, ITE, Pasar Modal & Pencuncian Uang).

“Ini penting agar ruang gerak orang radikal atau oknum yang hendak melakukan tindakan terorisme dapat lebih terminimalisasi,” tandas Togar Situmorang.

Advokat berdarah Batak ini menilai sikap tegas yang diberikan penegak hukum dapat menciptakan kondisi aman dan mengantisipasi ancaman serupa terulang. Apalagi Indonesia adalah negara hukum. Sehingga, harus menjunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Jangan sampai ada satu tetes darah yang ditumpahkan atas nama kejahatan dan terorisme. Negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini. Pemerintah harus bersikap tegas terhadap aksi terorisme yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap aparat kepolisian mampu mengungkap dan menindak aktor intelektual di balik aksi-aksi teror yang terjadi di Tanah Air. Sehingga tidak boleh ada kesan negara kalah dalam menghadapi terorisme.

Togar Situmorang menambahkan, tindakan terorisme adalah tindakan biadab yang jauh dari norma maupun agama. Tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan.

“Apa yang mereka lakukan adalah tindakan biadab dan tidak sesuai dengan agama apa pun. Jadi kita harus lawan bersama. Apalagi mereka sudah berani terang-terangan,” kata Togar Situmorang.

“Mari kita bersatu padu dalam menjaga keutuhan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan jalan kuatkan iman dan pegang teguh nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar Negara kita,” pungkas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang yang berkantor pusat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A, Renon, Denpasar Selatan, serta cabang di Denpasar, Jakarta, Cirebon, Kalimantan Barat dan Bandung ini. (KI-01)

Check Also

BNPB Ingatkan 30 Daerah Waspadai Potensi Bibit Siklon Tropis 94W

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan 30 daerah di Indonesia untuk mewaspadai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *