Home / Nusantara / Ternyata Ada Jejak Peninggalan Tiongkok di Manggarai Barat
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi bersama Ketua DPRD Manggarai Barat Martinus Mitar dan rombongan saat foto bersama Indonesia Director Tourism Confucius Institute Udayana University, I Made Sendra, usai dialog. (kitaindonesia/san edison)

Ternyata Ada Jejak Peninggalan Tiongkok di Manggarai Barat

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengungkapkan adanya jejak peninggalan Tiongkok di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Banyak hal yang diyakini berasal dari Negeri Tirai Bambu itu ditemukan di salah satu lokasi di ujung barat Pulau Flores tersebut.

“Memang benar ada napak tilas sejarah yang menunjukkan adanya hubungan antara Manggarai Barat dengan Tiongkok,” kata Bupati Edi Endi, di Labuan Bajo, Selasa 6 April 2021.

Sebelumnya hal ini juga disampaikan Bupati Edi Endi saat berdialog dengan Pimpinan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana (Tourism Confucius Institute Udayana University), di Kampus Universitas Udayana, Jalan Sudirman Denpasar, Minggu 21 Maret lalu.

Ia menjelaskan, peninggalan Tiongkok tersebut banyak ditemukan di Warloka, Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Salah satunya berupa pelabuhan tempat berlabuh dan sandar kapal-kapal dari Tiongkok, di Warloka.

“Ada juga pasar, yang dibuktikan dengan banyaknya barang yang ditinggalkan di Warloka. Ada piringan, mangkok, dan lainnya yang merupakan ciri khas Tiongkok,” urai Bupati Edi Endi.

Dalam kunjungan ke Kampus Universitas Udayana Denpasar ini, Bupati Edi Endi hadir bersama Ketua DPRD Manggarai Barat Martinus Mitar dan sejumlah anggota dewan. Kehadiran mereka dalam rangka meminta dukungan pihak Universitas Udayana, agar memberikan kuota khusus bagi calon mahasiswa dari Manggarai Barat.

Permintaan tersebut menyusul keinginan Bupati Edi Endi untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) generasi muda Manggarai Barat. Apalagi saat ini Manggarai Barat merupakan salah satu Bali Baru yang mendapat label sebagai daerah pariwisata super premium.

“Kita ingin memiliki SDM di bidang pariwisata yang handal. Karena itu kita memohon Universitas Udayana, khususnya Fakultas Pariwisata, agar memberikan kuota khusus bagi anak bangsa yang kebetulan berasal dari Manggarai Barat,” tutur Bupati Edi Endi.

Permintaan Bupati Edi Endi ini disambut positif oleh Indonesia Director Tourism Confucius Institute Udayana University, I Made Sendra. Ia berharap ada nota kesepahaman antara Pemkab Manggarai Barat dengan Universitas Udayana untuk memperkuat kerja sama ini.

“Kami sambut baik keinginan Bapak Bupati. Kami berharap akan ada MoU (Memorandum of Understanding) terkait hal ini antara Universitas Udayana dengan Pemkab Manggarai Barat,” kata Made Sendra. (KI-01)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *