Home / Hukum / Tergugat Mangkir di Sidang Perdana, Jayamahe Transport Kecewa
Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP saat mendampingi kliennya dalam sidang perdana kasus Jayamahe Transport vs dealer mobil di Pengadilan Negeri Denpasar. (istimewa)

Tergugat Mangkir di Sidang Perdana, Jayamahe Transport Kecewa

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sidang perdana gugatan perdata perbuatan melawan hukum antara PT Dwi Sarana Mesari atau biasa disebut Jayamahe Transport (Penggugat) dengan salah satu dealer ternama di Jalan Cokroaminoto Denpasar (Tergugat) dan dua finance besar di Jalan Gatot Subroto Denpasar Bali (turut Tergugat) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (24/06/2020).

Sayangnya, para Tergugat justru mangkir dalam sidang kali ini. Majelis hakim pun menunda sidang hingga dua minggu ke depan.

“Kami sangat menyesalkan karena dalam sidang perdana ini pihak Tergugat dan Turut Tergugat tidak hadir,” kata Direktur Utama PT Dwi Sarana Mesari, Aryanto, usai sidang tersebut.

Pihaknya bersama tim dari Law Firm Togar Situmorang berharap, para pihak mau kooperatif. Ini penting agar jalannya sidang ke depan bisa lancar. Yang paling penting, ada kejelasan terkait dana DP (down payment) pembayaran unit mobil sebesar Rp 841.500.000 yang tidak dikembalikan oleh Tergugat.

Aryanto lalu menjelaskan bahwa permasalahan ini bermula ketika PT Dwi Sarana Mesari melakukan pembelian 25 unit mobil di dealer tersebut. Pembelian melalui mekanisme kredit di finance, di mana finance tersebut direkomendasikan oleh dealer mobil dimaksud.

Namun, sebelum ada kejelasan proses kredit divalidasi, pihak dealer justru sudah mengirimkan mobil-mobil tersebut ke PT Dwi Sarana Mesari. Bahkan mobil-mobil tersebut sudah memiliki Nomor Polisi serta sudah mempunyai STNK atas nama perusahaan. Padahal, antara PT Dwi Sarana Mesari dengan pihak finance, proses kreditnya belum tervalidasi.

“Artinya belum ada kejelasan hubungan hukum untuk hak juga kewajiban terhadap kepemilikan unit-unit mobil tersebut. Sehingga kami merasa sangat keberatan atas permintaan pihak finance yang mensyaratkan agar perusahaan kami harus membukakan BG (bilyet giro) mundur sebanyak masa tenor,” papar Aryanto.

Ia menambahkan, pada saat awal pemesanan melalui sales dari dealer mobil merk ternama tersebut, sudah disampaikan bahwa PT Dwi Sarana Mesari melakukan pembelian mobil menggunakan kredit melalui finance dengan cara pembayaran tagihan bulanan menggunakan debit rekening atau transfer.

Kami dari pihak perusahaan sudah menyampaikan di awal kepada sales dari dealer mobil tersebut, bahwa kami tidak berkenan dan sangat tidak setuju kalau pembayaran menggunakan BG yang dibuka mundur, karena akan beresiko masalah hukum,” ujar Aryanto.

Lantaran masalah ini semakin berlarut dan tidak ada kejelasan, apalagi unit mobil tersebut belum ada kepastian akan kelanjutan pembayaran untuk kepemilikan selanjutnya serta tidak mau berhadapan dengan risiko hukum, PT Dwi Sarana Mesari menunjukkan itikad baik.  Ke-25 unit mobil tersebut tidak dikuasai, namun langsung dikembalikan ke pihak dealer.

Kami juga berharap agar uang DP kami dikembalikan. Namun itikad baik kami tidak disambut dengan baik. Pihak dealer mobil bahkan menolak untuk memberikan tanda terima serah terima mobil dan juga menolak untuk mengembalikan DP sebesar Rp 841.500.000 yang sudah kami transfer ke rekening dealer tersebut,” beber Aryanto.

Pihak dealer justru membalas melalui kuasa hukumnya, dengan alasan yang tidak sesuai. Ia pun berharap institusi pemerintah, baik Yayasan Lembaga Konsumen dan lainnya, dapat memberi perhatian atas sengketa hukum ini agar hak konsumen dalam hal dana tidak hilang tanpa ada kejelasan.

Selanjutnya demi membela hak-hak kami, maka kami memberikan kuasa kepada Law Firm Togar Situmorang,” ucapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP membenarkan bahwa kliennya telah hadir dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Denpasar. Ini merupakan itikad baik kliennya dalam menyelesaikan persoalan yang ada.

“Apa yang dilakukan klien kami Bapak Aryanto, dengan cara menggugat hak di Pengadilan Negeri Denpasar merupakan cerminan teladan untuk mendapatkan kembali DP dana yang telah dikuasai pihak dealer merk terkenal tersebut,” kata Togar Situmorang.

Menurut dia, dengan sudah dikembalikannya ke-25 unit mobil, maka dana DP yang telah disetor kliennya kepada pihak dealer mobil seharusnya dikembalikan juga. Namun karena pihak dealer menguasai tanpa hak atas dana tersebut dan diduga ada perbuatan melawan hukum, maka kliennya mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Denpasar untuk mendapatkan haknya. 

“Semoga sidang di PN Denpasar yang terbuka untuk umum bisa memperoleh kepastian hak hukum dari klien kami PT Dwi Sarana Mesari,” kata

Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (kantor pusat), Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar (kantor cabang Denpasar) dan Gedung Piccadilly Room 1003-1004 Jalan Kemang Selatan Raya, Jakarta Selatan (kantor cabang Jakarta) ini.

“Selain itu, harapan saya sebagai Lawyer pihak Penggugat, agar pihak Tergugat dan para Tergugat dapat kooperatif dengan hadir dan mau menghormati panggilan sidang. Ini penting agar bisa diproses dan diputuskan oleh hakim secara adil, terutama masalah dana DP sebesar Rp 841.500.000. Apalagi di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, dana tersebut sangat penting untuk bisa diperoleh agar bisa melanjutkan bisnis klien kami Pak Aryanto,” pungkas Togar Situmorang. (KI-01)

Check Also

Kriminalisasi Petani Kopsa-M, SETARA Institute: Ujian Lanjutan Visi Presisi Polri

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos, mengatakan, visi Presisi Polri tengah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *