Home / Hukum / Tempat Hiburan Malam Nekad Buka Saat PPKM, Togar Situmorang Dukung Sikap Tegas Gubernur Bali
Advokat senior yang juga pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA. (istimewa)

Tempat Hiburan Malam Nekad Buka Saat PPKM, Togar Situmorang Dukung Sikap Tegas Gubernur Bali

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah Indonesia sedang menggalakkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Hal ini sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi wabah virus corona.

Sayangnya di tengah usaha keras pemerintah ini, banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran. Bahkan yang lebih mengerikan lagi, banyak tempat hiburan malam yang buka dan beroperasi.

“Ini tentu sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan kerumunan,” kata advokat senior yang juga pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, di Denpasar, Jumat 10 September 2021.

Menurut dia, Pemprov Bali sesungguhnya tengah berjuang keras untuk menurunkan kasus Covid-19 sepekan ini. Hal tersebut sesuai arahan Menko Marves RI, Luhut Binsar Pandjahitan.

“Tetapi hal itu justru mendapat tantangan berat, terutama menyusul nekadnya sejumlah tempat hiburan malam di Denpasar dan Kuta, Badung, yang beroperasi secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi serta melewati jam tutup Pukul 21.00,” ujarnya.

Togar Situmorang pun mendukung penuh sikap tegas Gubernur Bali Wayan Koster, terkait membandelnya pengusaha tempat hiburan ini. Dalam pernyataannya Kamis 9 September 2021, Gubernur Wayan  Koster menyebutkan bahwa kafe, karaoke dan sejenisnya, sama sekali belum boleh buka selama PPKM Level 4.

Apabila ada tempat hiburan yang membandel, Gubernur Bali mengatakan, pihaknya tak segan-segan mengambil tindakan tegas. Terlebih tempat dugem sangat berpotensi menimbulkan kerumunan serta penyebaran Covid-19.

“Saya pribadi sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kiat-kiat dari Bapak Gubernur Bali terkait pelarangan dibukanya klub malam pada masa PPKM,” tandas advokat kelahiran Jakarta itu.

Togar Situmorang bahkan berharap, Gubernur Bali dapat menindak para pemilik tempat hiburan malam tersebut seperti dilakukan Pemprov DKI terhadap Holiwings. Bahkan tidak tertutup kemungkinan, izin usahanya akan dibekukan jika terus membandel.

“Aturan hukum dibuat agar dipatuhi, bukan untuk dilanggar apalagi diajak kucing-kucingan. Cara-cara seperti ini menimbulkan celah transaksional. Maka bagi mereka pengusaha yang tidak taat, harus ada penerapan berupa sanksi mulai dari administrasi, sanksi denda bahkan penutupan sementara bahkan sanksi pidana,” ujar Togar Situmorang.

Dalam situasi seperti saat ini, di mana semua pihak sedang berusaha ke luar dari krisis akibat pandemi ini, Togar Situmorang mengajak agar bersama-sama mematuhi ketentuan yang ada. Apalagi Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 13 Tahun 2021 Tentang PPKM Level 4 di Bali, sangat jelas mengamanatkan bahwa tempat hiburan tak boleh beroperasi selama penerapan PPKM Level 4.

Seharusnya dalam kondisi extra ordinary ini, demikian Togar Situmorang, sanksi yang didapat oleh klub malam seharusnya tidak hanya berupa denda, melainkan bisa lebih tegas lagi yaitu penutupan izin.

“Ini penting sehingga akan memberikan efek jera untuk tempat hiburan malam lainnya,” tandasnya.

“Saya menjadi heran, kenapa begitu nekad mereka melaksanakan aktivitas itu, padahal jelas kita semua masih dalam keadaan genting dan kesehatan adalah hal yang paling utama. Ingat, kesehatan itu mahal, dan tidak ada harganya. Saya sudah pernah merasakan keganasan dari kejamnya virus yang mengguncang dunia ini,” imbuh Togar Situmorang.

Ia pun tak henti-hentinya mengajak seluruh masyarakat untuk taat menerapkan protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran virus corona.

“Ayo tertib dan jaga kesehatan masing-masing. Tetap mematuhi arahan pemerintah terutama terkait protokol kesehatan harus benar-benar dipatuhi karena sangat berguna mencegah terkena virus corona tersebut. Setop membandel, patuhi protokol kesehatan!” pungkas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang yang berkantor di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar Timur; Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99 Gedung Piccadilly, Jakarta; Jalan Terusan Jakarta Nomor 181, Ruko Harmoni, Kav 18, Antipani dan Jalan Pengalengan Raya Nomor 355, Kabupaten Bandung, Jawa Barat; serta Jalan Raya Gumecik, Gg Melati Banjar Gumecik Nomor 8, By Pass Prof IB Mantra, Ketewel, ini. (KI-01)

Check Also

Diduga Cemarkan Nama Baik, Istri Zainal Tayeb dan Salah Satu Media Online Disomasi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Diduga mencemarkan nama baik melalui media online, istri dari terdakwa Zainal Tayeb, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *