Home / Peristiwa / Nasional / Taslim Apresiasi Pelaksanaan Musda Forkoma PMKRI NTT
Hermawi Taslim. (istimewa)

Taslim Apresiasi Pelaksanaan Musda Forkoma PMKRI NTT

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Kupang, 25-26 Juni 2021. Musda digelar setelah Ketua Forkoma PMKRI NTT Deno Kamelus meninggal dunia pada 6 April lalu.

Pelaksanaan Musda tersebut diapresiasi khusus oleh Ketua Umum DPN Forkoma PMKRI Hermawi Taslim. Menurut dia, apa yang dilakukan Forkoma NTT menjadi bukti tetap tingginya kreatifitas para alumni PMKRI di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Saya sangat mengapresiasi kreatifitas tinggi yang dilakukan oleh Forkoma PMKRI NTT dengan melaksanakan Musda ini. Hanya orang-orang yang memiliki kreatifitas dan keimanan yang tinggi yang bisa melakukan hal-hal positif di era pandemi ini,” kata Taslim, melalui video singkatnya, Kamis 24 Juni 2021.

Bagi Taslim, pelaksanaan Musda ini menjadi bukti bahwa Forkoma PMKRI NTT masih tetap menjaga spirit dan marwah Forkoma yang dititipkan oleh pendahulu. Ia pun mengajak seluruh alumni PMKRI untuk mendoakan dua ketua Forkoma PMKRI NTT yang telah berpulang.

“Mereka telah meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi Forkoma. Tugas kita adalah menjaga spirit dan marwah Forkoma yang dititipkan oleh para pendahulu kita,” ucapnya, sembari mengajak agar tetap mengikuti protokol kesehatan selama pelaksanaan Musda Forkoma PMKRI NTT.

Pada kesempatan yang sama, Taslim juga menyampaikan penjelasan terkait pelaksanaan Konferensi Nasional (Konfernas) III Forkoma PMKRI yang tertunda hampir satu tahun.

“Sesungguhnya sudah hampir satu tahun persiapan Konfernas III di Makassar. Semua sudah dipersiapkan, termasuk perlengkapan dan bahan-bahan sudah ada di Makassar. Tetapi kita masih menunggu konfirmasi dari Satgas Covid-19 setempat,” jelas Taslim.

Harus Lebih Praktis, Jangan Sebatas “Kumpul-kumpul”

Sebelumnya, dukungan atas pelaksanaan Musda Forkoma PMKRI NTT ini juga disampaikan oleh Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang, Pr, dan Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi, saat ditemui secara terpisah oleh Panitia Musda Forkoma PMKRI NTT.

“Musda Forkoma PMKRI tidak boleh sebatas ‘kumpul-kumpul’ dan selebrasi para anggota, namun harus menghasilkan struktur dan rekomendasi kerja konkret bagi masyarakat,” kata Wagub Nae Soi, saat menerima audiensi Panitia Pelaksana Musda Forkoma PMKRI NTT di ruang kerjanya, Selasa 22 Juni 2021 siang.

Forkoma PMKRI, menurut dia, harus menjadi kekuatan yang menunjukkan kerja nyata di tengah masyarakat, khususnya masyarakat di Provinsi NTT.

“Forkoma harus lebih praktis. Apa yang bisa dibuat Forkoma untuk NTT,” tandas Wagub Nae Soi, sembari menambahkan bahwa Forkoma PMKRI harus memiliki ciri khas pembeda dengan aksi-aksi konkret bagi masyarakat.

“Percuma kalau hanya kumpul, kalau ada ide yang cemerlang harus dikonkretkan,” ucapnya.

Sementara itu Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang, Pr, yang ditemui Panitia secara terpisah menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam pelaksanaan Musda Forkoma PMKRI NTT.

Uskup Petrus Turang juga berpesan agar Forkoma PMKRI melakukan konsolidasi dan membangun gagasan untuk pemberdayaan umat dan masyarakat NTT.

“Menjadi sangat penting bagi alumni PMKRI untuk konsolidasi dan menyatukan gagasan untuk pemberdayaan umat,” pesan Uskup Petrus Turang. (KI-01)

Check Also

WNA Jepang Ajukan Permohonan Menjadi WNI

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sidang Permohonan Pewarganegaraan kembali digelar di Ruang Sahadewa Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *