Home / Nusantara / Tanpa Tujuan Jelas, Warga Asal Surabaya Ditertibkan di Denpasar
Suasana penjemputan penduduk pendatang di Kota Denpasar, untuk selanjutnya dikarantina di LPMP Provinsi Bali. (istimewa)

Tanpa Tujuan Jelas, Warga Asal Surabaya Ditertibkan di Denpasar

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar kembali mengambil sikap tegas. Kali ini, seorang wanita yang diketahui dari identitasnya berasal dari Surabaya, Jawa Timur, langsung ditertibkan oleh tim.

Penertiban yang melibatkan unsur Sat Pol PP Kota Denpasar, Dishub Kota Denpasar dan BPBD Kota Denpasar ini dilakukan di Desa Pamecutan Kaja, Denpasar, Kamis (7/5/2020) malam. Penertiban dilakukan karena yang bersangkutan tidak memiliki tujuan yang jelas di Kota Denpasar.

“Penertiban ini dilaksanakan setelah mendapat laporan dari Satgas Covid-19 Desa Pemecutan Kaja, yang melaporkan ada warga yang datang tanpa tujuan yang jelas,” kata Kadis Perhubungan Kota Denpasar Ketut Sriawan, saat dikonfirmasi di Denpasar, Jumat (8/5/2020).

Dikatakan, penertiban ini sebagai wujud penerapan amanat dari Instruksi Wali Kota Denpasar Nomor 443/ 017/ Gugus Tugas Covid-19/ 2020 tentang percepatan penanganan Covid-19 di Kota Denpasar.

Untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, dalam instruksi tersebut jelas diamanatkan bahwa wajib dilaksanakan pengawasan dan pengetatan perbatasan dan pelabuhan sebagai pintu masuk Kota Denpasar.

“Dijelaskan juga bahwa penduduk pendatang (duktang) yang tidak memiliki tujuan jelas wajib dikarantina,” paparnya.

Sriawan kemudian membeberkan kronologis penertiban ini. Dikatakan, penertiban berawal dari adanya laporan masyarakat di Desa Pamecutan Kaja. Selanjutnya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Denpasar langsung bergerak.

Setelah ditemukan dan dilaksanakan pengecekan administrasi kependudukan, yang bersangkutan tidak memiliki tujuan yang jelas di Kota Denpasar. Selanjutnya, sesuai dengan penerapan Instruksi Walikota Denpasar dan Protokol Kesehatan, yang bersangkutan langsung dikarantina dan diserahkan ke Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali.

“Iya bagi masyarakat yang tidak memiliki tujuan yang jelas akan diwajibkan untuk mengikuti karantina. Untuk itu, mari bersama-sama memutus penyebaran Covid-19 serta mendukung pengetatan dan pengawasan perbatasan di Kota Denpasar,” pungkas Sriawan. (KI4)

Check Also

Jaga Kamtibmas, BMI Jalin Kerja Sama dengan Polda Bali

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sebagai salah satu elemen bangsa, Banteng Muda Indonesia (BMI) Provinsi Bali memiliki …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *