Home / Ekonomi / Tak Bisa Tarik Duit, Nasabah BPR Legian Ngadu OJK

Tak Bisa Tarik Duit, Nasabah BPR Legian Ngadu OJK

Denpasar, (KitaIndonesia.com) – Seorang nasabah berinisial GM mengadu ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali dan Nusa Tenggara di Jalan Diponegoro Denpasar Barat (Denbar). Informasi yang didapat Selasa (28/5) sang nasabah mengeluh karena tak bisa menarik uang di BPR Legian.

Diceritakannya, bulan lalu ia ingin membuka deposito lainnya di BPR Legian. Namun tidak bisa dilakukan dengan alasan sistem sedang down. Pihak BPR Legian menyarankannya untuk menunggu. Berselang tiga minggu kemudian, ia datang lagi untuk membuka deposito baru. Namun lagi-lagi tetap tidak bisa melakukan transaksi apapun termasuk mengambil sejumlah uang dari rekeningnya.

“Tiga minggu, sistem mati. Mungkin bank mengalami sesuatu yang buruk?,” ungkapnya.

Selang beberapa pekan kemudian, sang nasabah mengaku ingin mengambil semua simpanannya di BPR Legian. Namun lagi-lagi pihak BPR menyampaikan sistem bank sedang down. Ia juga meminta untuk menutup akunnya dan mengosongan semua rekeningnya. Sialnya, lagi-lagi pihak BPR Legian menyampaikan agar sang nasabah sabar menunggu.

Tidak tahan dipersulit, ia kemudian mendatangi OJK untuk menyampaikan kejadian tersebut guna mendapatkan kejelasan terkait masalahnya di BPR Legian. Sebab dari pihak BPR Legian sendiri sempat menyampaikan sedang diaudit oleh OJK.
Kepada media ini, sang nasabah membeberkan hasil pertemuannya dengan pihak OJK. Dikatakan bahwa OJK mengatakan saat ini pemilik BPR Legian diberikan tenggang waktu untuk memasukkan uang ke bank. Jika dia tidak memenuhi itu, bank akan ditutup. “Dan pihak OJK akan menginformasikan kepada LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dan seluruh nasabah,” tuturnya.

Kepala OJK Regional VIII Bali dan Nusa Tenggara, Elyanus Pongsoda yang dikonfirmasi Bali membenarkan adanya aduan dari nasabah BPR Legian. Dia menjelaskan bahwa nasabah tersebut tak perlu khawatir karena dijamin oleh LPS sepanjang memenuhi kriteria.

“Sesuai laporan dari teman-teman di bagian EPK (Edukasi dan Perlindungan Konsumen) OJK KR VIII Bali – Nusra, beberapa waktu lalu ada yang datang ke OJK. Kepada mereka dijelaskan bahwa tidak perlu khawatir atas deposito mereka yang ditempatkan di bank, termasuk di BPR Legian karena dijamin oleh LPS sepanjang memenuhi kriteria penjaminan sesuai ketentuan LPS,” katanya.

Lebih lanjut, disinggung soal dugaan adanya mall prosedur oleh oknum BPR Legian di mana pencairan kredit hanya berpusat pada satu orang sehingga dana nasabah lain “mampet” alias tak bisa dicairkan, Elyanus Pongsoda memilih tidak menjawab. “Maaf, saya blm bisa merespons pertanyaan terkait individu bank apalagi masalah tingkat kesehatan karena risikonya tinggi,” ucapnya.

Elyanus Pongsoda merespons secara umum langkah-langkah OJK dalam melakukan pengawasan. “Apalagi kalau ada dugaan fraud. Tapi beri saya waktu karena agak banyak dan perlu penjelasan yang agak panjang juga. Di sisi lain, saya saat ini sedang mempersiapkan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan anggota Komisi XI DPR RI yang ke Bali hari Senin (27/5) dan Selasa (28/5),” terangnya.

Owner BPR Legian, Titian Wilaras belum menjawab pertanyaan media ini. Dikonfirmasi terpisah, Selasa (28/5), belum ada respons dari pemilik 99,62 % saham PT BPR Legian itu. (ina)

Check Also

UMKM Harus Kreatif di Ruang Digital untuk Bertahan di Masa Pandemi

Lombok Timur (KitaIndonesia.Com) – Hampir semua bidang kehidupan terdampak akibat pandemi yang sudah berlangsung selama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *