Home / Pemerintahan / Tak Beroperasi, Diah Srikandi Minta DEN Kaji Ulang PLTB Nusa Penida
Penandatanganan Berita Acara Persetujuan Substansi Ranperda RUED-P Bali Tahun 2020-2050. (humas dprd bali)

Tak Beroperasi, Diah Srikandi Minta DEN Kaji Ulang PLTB Nusa Penida

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Ketua Pansus Pembahasan Ranperda Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Bali Tahun 2020-2050 (RUED-P) Dr I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS meminta Dewan Energi Nasional (DEN) untuk mengkaji ulang PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) di Nusa Penida yang tidak beroperasi sejak tahun 2017. Ia berpandangan, sangat disayangkan apabila PLTB tersebut dibiarkan dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Permintaan tersebut disampaikan Diah Srikandi, saat penandatanganan Berita Acara Persetujuan Substansi Ranperda RUED Provinsi Bali, di Gedung Dewan, Kamis (13/8/2020). Berita acara tersebut ditandatangani Diah Srikandi bersama Sekjend Dewan Energi Nasional dan Kadis ESDM dan Tenaga Kerja Provinsi Bali.

“Kami titip kepada DEN untuk melakukan kajian kembali terhadap PLTB di Nusa Penida yang sudah tidak beroperasi, agar PLTB tersebut bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” tutur Diah Srikandi.

“Demikian halnya dengan PLTS Kayubihi di Bangli perlu dikaji. Selanjutnya PLTS di Kubu, Karangasem agar kendala-kendala yang dihadapi segera dicarikan solusinya,” imbuh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali ini.

Beberapa pembangkit listrik tersebut perlu dikaji, demikian politisi PDI Perjuangan itu, mengingat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Bali yang masih sangat rendah sejauh ini. Sementara di sisi lain, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pemanfaatan EBT.

Pada kesempatan tersebut, Diah Srikandi juga bersyukur karena Ranperda RUED Provinsi Bali sudah masuk proses untuk nomor registrasi di Kemendagri. Ranperda ini ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali tanggal 21 Juli 2020 lalu.

Sementara itu Sekjend DEN Djoko Siswanto mengatakan, kehadiran Perda RUED sangat penting dalam upaya peningkatan pemanfaatan EBT di daerah. Dengan adanya Perda RUED, maka daerah memiliki landasan hukum dalam mengalokasikan anggaran untuk pembangunan energi.

“Demikian halnya apabila ada investor yang ingin menanamkan modalnya, maka Perda RUED yang akan menjadi landasan hukumnya. Jadi ada kepastian hukum bagi investor,” ujarnya.

Ia pun mendorong agar ke depan pemanfaatan EBT di Bali semakin meningkat dengan kehadiran Perda ini. Sebab saat ini, pemanfaatan EBT di Bali baru sebesar 0,27 persen. Angka ini cukup rendah, sebagaimana juga pemanfaatan EBT secara nasional yang masih minim. (KI-01)

Check Also

Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Laut Sanur Resmi Dimulai

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Proyek pengembangan infrastruktur Pelabuhan Penyeberangan Laut Sanur, Kota Denpasar, secara resmi dimulai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *