Home / Nusantara / Suyasa Pertanyakan Parameter Karangasem Peringkat Pertama Zona Merah
I Nyoman Suyasa. (istimewa)

Suyasa Pertanyakan Parameter Karangasem Peringkat Pertama Zona Merah

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Gugus Tugas Nasional) menetapkan Karangasem pada peringkat pertama dari 13 kabupaten dan kota di Indonesia yang masuk zona merah Covid-19. Penetapan tersebut dilakukan tanggal 11 Agustus 2020.

Penetapan ini memantik reaksi dari warga Karangasem. Salah satunya dari Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Karangasem I Nyoman Suyasa.

Ia mempertanyakan parameter yang digunakan Gugus Tugas Nasional, sehingga menetapkan Bumi Lahar itu di peringkat pertama zona merah. Padahal selama sepekan terakhir, angka kesembuhan pasien Covid-19 di ujung timur Pulau Bali itu terus meningkat.

“Harus dijelaskan kepada masyarakat, apa parameter yang digunakan untuk menyatakan daerah itu zona merah, orange atau hijau. Ini penting, supaya masyarakat tidak bingung,” kata Suyasa, di Denpasar, Rabu (12/8/2020).

“Sebagai masyarakat Karangasem, tentu kita kurang senang kalau dikatakan zona merah, sementara di sisi lain sebenarnya jumlah kasus sembuh meningkat. Nanti konotasinya kurang baik,” imbuh Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali ini.

Ia menjelaskan, sejak tanggal 6 Agustus hingga 12 Agustus, kasus Covid-19 di Karangasem sudah menurun. Seharusnya, penurunan kasus tersebut diikuti dengan penurunan status Karangasem dari zona merah.

“Tetapi sampai sekarang masih zona merah, bahkan berada di urutan pertama kabupaten yang zona merah Covid-19. Padahal data yang dikeluarkan itu berbasis data desa, sehingga akurasinya dipastikan tepat,” tandas Suyasa.

Secara terpisah sebelumnya, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, juga memberikan penjelasan terkait penempatan Karangasem di posisi pertama zona merah Covid-19. Dikatakan, ada beberapa indikator penilaian yang menjadikan daerah itu berada di posisi tertinggi.

“Pertama, dari epidemiologi yaitu lonjakan kasus. Kedua, dari Surveilans Kesehatan Masyarakat, pelayanan kesehatan dan sumber dari Covid-19,” beber Mas Sumatri.

Ia tak menampik jika data hingga tanggal 2 Agustus, Kabupaten Karangasem sempat mengalami lonjakan kasus. Sebanyak 28 penambahan angka positif dalam sehari. Namun sejak tanggal 6 Agustus hingga saat ini, kasus positif Covid-19 cenderung landai.

“Angka kesembuhan juga lebih tinggi dari penambahan positif. Jadi penilaian itu adalah berdasarkan kasus tanggal 2 Agustus kemarin. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Mas Sumatri. (KI-01)

Check Also

Waspada! Ada Tambahan 15 Kasus Positif Covid-19 di Manggarai Barat

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Masyarakat Manggarai Barat patut waspada. Pasalnya, kasus Covid-19 di ujung barat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *