Pendidikan

Sukses Pertahankan Disertasi Obligasi Daerah, Togar Situmorang Raih Gelar Doktor

KitaIndonesia.Com – Tanggal 28 April 2022 menjadi hari yang istimewa bagi advokat Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA.

Maklum, pengacara senior berdarah Batak kelahiran Jakarta itu sukses mempertahankan disertasi berjudul ‘Pengaturan Obligasi Daerah Sebagai Sumber Daya Pembangunan Daerah’, dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Udayana.

“Ujian Terbuka telah berjalan dengan lancar,” kata Togar Situmorang, usai sah menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum itu.

Ia pun mengucapan terima kasih kepada Tim Penguji Sidang Terbuka Promovendus masing-masing Dr Putu Gede Arya Sumerta Yasa, SH, MHum selaku Ketua Sidang, Prof Dr Ida Bagus Wyasa Putra, SH, MHum selaku Promotor/Penguji, Dr I Ketut Westra, SH, MH selaku Kopromotor 1/ Penguji, Dr Putu Tuni Cakabawa Landra, SH, MHum selaku Kopromotor 2/ Penguji, Prof Dr Drs Yohanes Usfunan, SH, MH (Penguji), Prof Dr Putu Sudarma Sumadi, SH, SU (Penguji), Dr Gede Mahendra Wija Atmaja, SH, MHum (Penguji), Dr Made Gde Subha Karma Resen, SH, MKn (Penguji) serta keluarga besar Sekretariat S3 Ilmu Hukum Universitas Udayana.

“Saya pribadi sangat senang bisa menyelesaikan Sidang Ujian Terbuka dan telah resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dengan baik dan lancar,” ucapnya.

“Tapi hal ini tentu tidak membuat saya tinggi hati. Capaian ini akan membuat saya semakin semangat untuk melayani masyarakat dengan ilmu hukum secara profesional,” lanjut Togar Situmorang.

Terkait materi disertasi yang mampu dipertahankannya, Togar Situmorang menegaskan, obligasi daerah sesungguhnya sangat dibutuhkan pemanfaatannya di Indonesia.

Ia bahkan mengklaim obligasi daerah sebagai alternatif baru untuk menambah keuangan pemerintah daerah. Adapun saat ini, pihak pemerintah daerah masih banyak mengandalkan PAD dan investasi lain.

“Pemerintah belum mencari alternatif pembiayaan yang lain. Obligasi daerah adalah salah satu alternatifnya,” papar Togar Situmorang.

Mencermati perkembangan pembangunan dan dunia bisnis saat ini, menurut dia, obligasi memiliki potensi besar karena dapat digunakan dalam rangka membangun daerah secara produktif dan pada akhirnya dapat menambah keuangan daerah.

“Bukan sebaliknya malah menjadi beban bagi daerah,” tegas Togar Situmorang.

Ia menambahkan, konsekuensi hukum penerbitan obligasi daerah adalah pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk melakukan pembayaran utang kepada kreditur sesuai dengan batas waktu dan nominal yang dijanjikan, baik kewajiban membayar utang pokok serta bunganya.

Oleh karena itu, demikian Togar Situmorang, penggunaan investasi daerah harus diupayakan dengan penuh perhitungan, agar daerah tidak merugi.

“Investasi daerah sesungguhnya jika dilakukan dengan penuh perhitungan, maka akan dapat dimanfaatkan dengan baik dan dapat meningkatkan kemampuan daerah dalam bidang keuangan dan dapat meningkatkan pembangunan di daerah yang selanjutnya bermanfaat bagi masyarakat. Di samping itu dapat mendatangkan keuntungan juga bagi daerah dalam jangka waktu yang lama,” urainya.

Obligasi pada dasarnya adalah surat utang yang perjanjiannya berlaku untuk jangka panjang dan dapat diterbitkan bukan hanya oleh lembaga swasta, perseorangan. Perusahaan milik negara pun dapat melakukannya, bahkan negara pun dapat menerbitkan obligasi.

“Daerah yang menerbitkan obligasi, artinya posisi daerah adalah subjek yang berutang atau berada pada posisi sebagai debitur,” kata Togar Situmorang.

Ia tak menampik, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah saat ini sedang marak di Indonesia. Kegiatan bisnis bidang obligasi merupakan upaya bisnis yang termasuk jenis usaha baru dan dikembangkan mulai tahun 2000.

Dengan bisnis ini para pebisnis dan juga pihak pemerintah, baik pusat maupun daerah, dapat memanfaatkan sektor obligasi sebagai usaha untuk memperoleh tambahan keuangan selain dari PAD.

Dalam konteks Bali, kata Togar Situmorang, hal ini akan selaras dengan visi pembangunan Bali di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yaitu “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

“Sudah saatnya Bali mempunyai terobosan dengan meluncurkan obligasi daerah untuk pembiayaan proyek seperti pembangunan Kawasan Segitiga Emas Sanur Nusa Penida dan Lembongan untuk meningkatkan kenyamanan dan menjadi budaya baru kebangkitan ekonomi Bali yang kita cintai supaya lebih maju,” pungkas pemilik Law Firm Togar Situmorang ini. (KI-01)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button