Home / Gaya Hidup / Sukses Kibarkan Branding di Tanah Jawa, Restoran Primarasa Kini Hadir di Labuan Bajo
Restoran Primarasa kini hadir di Labuan Bajo. (istimewa)

Sukses Kibarkan Branding di Tanah Jawa, Restoran Primarasa Kini Hadir di Labuan Bajo

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Jika Anda pencinta kuliner dan pernah bertandang ke Surabaya dan Semarang, tentu sudah tidak asing lagi dengan cita rasa Restoran Primarasa. Maklum, sudah 30 tahun restoran dengan menu utama Ayam Bakar Kampung dan Pepes Bandeng Tanpa Duri ini menjadi kuliner paling diburu masyarakat dan wisatawan di dua kota besar di tanah Jawa itu.

Bahkan hingga kini, Restoran Primarasa yang berpusat di Jalan Kusuma Bangsa Nomor 3A Surabaya, Jawa Timur, memiliki empat cabang di Kota Pahlawan itu. Keempat cabang tersebut masing-masing dibuka di Jalan Manyar Kertoarjo Nomor 68-70 Surabaya, Jalan Ahmad Yani Nomor 166 Surabaya, Jalan Dr Soetomo Nomor 76 Surabaya dan Jalan Raya Kupang Indah 1A Surabaya.

Sementara di Semarang, Restoran Primarasa membuka dua cabang, masing-masing di Jalan Taman Seteran Baru Nomor 8 Semarang dan Jalan Gajah Mada Nomor 99 D Semarang. Dengan modal enam cabang tersebut, tak berlebihan jika Restoran Primarasa sudah memiliki branding yang cukup kuat di dua kota besar itu.

Menariknya setelah sukses mengibarkan branding di tanah Jawa, Restoran Primarasa kini hadir di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Restoran ini membuka cabang di Jalan Yohanes Sahadeun Nomor 88 Labuan Bajo, tepatnya di depan pintu ke luar Bandara Komodo.

“Primarasa sudah sukses dan terkenal selama 30 tahun di kota besar Surabaya dan Semarang. Dan kini saatnya ‘pulang kampung’ untuk membantu pemerintah daerah dalam program pengentasan kemiskinan dengan membuka lapangan kerja guna menyerap tenaga lokal,” tutur Ivan, Manager Primarasa Cabang Labuan Bajo, saat launching kantor cabang tersebut tanggal 20 Desember 2019 lalu.

Dikatakan ‘pulang kampung’, menurut dia, mengingat owner Restoran Primarasa sesungguhnya merupakan putra asli Manggarai. Sebagai seorang pengusaha, ia ingin membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dengan cara membuka lapangan kerja. Sayangnya, Ivan tak mau membuka banyak tentang sosok penting di balik Restoran Primarasa itu.

Ivan hanya menyebut, berkat tangan dingin sang owner, Restoran Primarasa bahkan pernah mendapatkan berbagai penghargaan. Seperti Best Indonesian Restaurant (Star), Culinary Awards – First Winner – The Best Est Java Food, Culinary Awards – First Winner – The Best Indonesian Restaurant, dan Ayam Bakar Primarasa – The Best Surabaya Food 2016.

Dengan berbagai capaian dan branding yang dimiliki, lanjut Ivan, sang owner akhirnya memutuskan untuk “pulang kampung”. Selain untuk membuka lapangan kerja dan mengakomodir tenaga kerja lokal, pihaknya melihat bahwa Labuan Bajo saat ini sudah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di tanah air.

Ivan optimistis, sebagai “Bali Baru”, pariwisata Labuan Bajo ke depan akan berkembang pesat. Perkembangan pariwisata tersebut tentu akan diikuti dengan sektor pendukung lainnya, seperti jasa dan kuliner.

BACA JUGA:   Mau Makan Enak dan Gratis? Silakan Datang ke Restoran Tree Top Labuan Bajo

“Semoga kehadiran Primarasa dengan kuliner spesial yang mengandalkan ayam bakar kampung muda dan pepes bandeng cabut duri serta gurami bakar nan lezat, dapat memberikan dukungan nyata bagi perkembangan industri pariwisata Labuan Bajo ke depan,” ujar Ivan.

Ia lalu membeberkan kekhasan menu spesial restoran ini. Untuk menu ayam bakar kampung muda utuh, misalnya, disajikan dengan dibakar dengan kecap serta dengan tingkat keempukan daging yang “menyenangkan”. Tanpa susah payah, lantaran saking empuknya, ketika dicungkil dengan sendok garpu, dagingnya langsung lolos dari tulang. Lebih mantap lagi jika dicocol sambal khasnya. Rasanya? Pasti juara!

Selanjutnya menu pepes bandeng cabut duri, menjadi andalan bagi penikmat ikan yang bisa hidup di air tawar, payau dan laut ini. Kabar baiknya, para pecinta bandeng tidak lagi direpoti oleh duri-duri khas bandeng yang terkadang menjengkelkan karena kerap “nyangkut” di sela gigi. Di Primarasa, duri-duri itu sudah “diamankan”, sehingga tinggal daging dan gurih khas bandeng saja yang bisa dinikmati bersama bumbu atau sambal pedas. Plus, taburan wangi daun kemangi, tentu saja.

Selain dua menu khas ini, Restoran Primarasa juga memanjakan lidah pecinta kuliner dengan dengan menu andalan lainnya, yaitu gurami bakar. Menu ini menjadi santapan sederhana yang diolah secara khusus, sehingga dagingnya lembut namun tak tersisa bau tanah sama sekali. Gurami bakar kecap dikawinkan dengan sambal terasi, akan memberikan kelezatan yang tak tertandingi.

Anda penasaran? Jika sedang berwisata ke Labuan Bajo, jangan lewatkan Restoran Primarasa di Jalan Yohanes Sahadeun Nomor 88 Labuan Bajo, tepatnya di depan pintu ke luar Bandara Komodo.

Restoran ini memiliki gedung dengan tiga lantai. Lantai 1 khusus untuk menikmati menu khas Restoran Primarasa. Selanjutnya di lantai 2, disiapkan ruang rapat. Adapun di lantai 3, dijadikan ruang serba guna untuk pernikahan, pesta perjamuan maupun acara komunitas atau perusahaan.

Bukan itu saja, sebab ternyata Primarasa juga menjual ciri khas Labuan Bajo. Misalnya desain restoran yang menampilkan beragam kekayaan seni dan budaya khas Manggarai Barat. Hal itu terlihat dari banyaknya songke atau tenun khas Manggarai yang menghiasi setiap sudut restoran. Ikon-ikon dan pernak-pernik hiasan bernuansa Labuan Bajo ataupun Komodo pun sangat kental di restoran ini.

Primarasa bahkan juga menyediakan oleh-oleh khas Labuan bajo yaitu “Pia Rasa Kuno”. Pia istimewa yang dibuat dari resep tradisional yang telah diwariskan lebih dari empat generasi sejak tahun 1900. Pia ini dikonsep untuk dinikmati bersama teh atau kopi panas. Pia ini akhirnya diingat para wisatawan yang pernah ke Labuan Bajo atau Pulau Komodo dengan kalimat: “Ingat Komodo, Ingat Pia Rasa Kuno”. (KI4)

Check Also

Berry Bizz Tawarkan Bali Creative Hub di Ultah ke-5

Badung (KitaIndonesia.Com) – Datang ke hotel bukan berarti harus menginap. Hotel telah bermetamorfosis sebagai wahana …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *