Home / Politik / Sugawa Korry Sebut Pilkada Badung Punya “Tradisi 21”
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dr I Nyoman Sugawa Korry bersama jajaran pengurus serta Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Badung terpilih usai Musda. (istimewa)

Sugawa Korry Sebut Pilkada Badung Punya “Tradisi 21”

Denpasar (KitaIndonesia.Com) –  Dinamika politik jelang Pilkada Badung 2020, menarik untuk disimak. Pasalnya, petahana Giri Prasta dan Ketut Suiasa yang semula diprediksi akan melawan kotak kosong, dipastikan akan memiliki lawan sepadan.

Hal tersebut menyusul keputusan Partai Golkar bersama koalisi, yang mengusung duet I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan Wayan Muntra sebagai calon bupati dan wakil bupati Badung. Duet ini diyakini mampu merontokkan dominasi petahana yang diusung PDIP di Bumi Keris itu.

Tak sekadar memunculkan paket Agung Diatmika – Muntra, Partai Golkar bahkan sudah mulai memainkan perang psikologi. Setidaknya, hal tersebut terekam dari pernyataan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dr I Nyoman Sugawa Korry dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Badung, di Kuta, Sabtu (25/7/2020).

Meski disampaikan dengan gaya berkelakar, namun lontaran ringan Sugawa Korry di hadapan pimpinan partai politik yang turut hadir termasuk Putu Parwata, Sekretaris DPC PDIP Badung, cukup mengganggu psikologi lawan. Pasalnya, Sugawa Korry justru mengklaim bahwa Pilkada Badung memiliki “tradisi 21”.

Sembari memperkenalkan pasangan Diatmika dan Muntra, Sugawa Korry lalu menjelaskan soal tradisi yang disebutnya sebagai rumus niskala itu. Ia juga menyinggung soal kepemimpinan Giri Prasta yang akan berakhir dan kembali bertarung untuk mempertahankan kursi bupati Badung.

“Bupati Badung I Dewa Gede Oka menjabat dua periode, dilanjutkan Pande Made Latra satu periode. Lalu I Gusti Bagus Alit Putra dua periode, disambung Anak Agung Oka Ratmadi satu periode. AA Gde Agung juga mulus dua periode, dan kini petahana Giri Prasta menjelang berakhir satu periode,” ucapnya.

Nah, pertanyaannya, apakah sekarang ini (Giri Prasta) satu periode saja? Semua bergantung pituduh (petunjuk) Widhi dan semangat para kader di Badung,” imbuh Sugawa Korry, yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali.

Guyonan juga dilontarkan Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Badung I Wayan Suyasa, dalam sambutannya. Di hadapan Putu Parwata dan petinggi partai politik lainnya, Suyasa mengajak seluruh kader di Badung bersatu membesarkan Golkar.

Khusus dalam menghadapi Pilkada Badung, Suyasa mengajak kadernya untuk berjuang bersama memenangkan pasangan Agung Diatmika – Muntra.

“Supaya PDIP tidak single fighter (berkuasa sendiri) di Badung. Ampura (maaf) Pak Parwata, kami ini sama-sama tertindas,” ujar Suyasa yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung, sembari menggoda Putu Parwata yang tak lain adalah Ketua DPRD Kabupaten Badung.

Kelakar Suyasa ini disambut gelak tawa ratusan kader Golkar yang hadir. Bahkan Putu Parwata pun larut dalam suasana ini, dan menimpali guyonan koleganya itu dengan pekik perjuangan PDIP, “Merdeka!”.

Sementara itu dalam Musda kali ini, Suyasa yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Badung periode 2020-2025. (KI-01)

Check Also

Maju Mundur Jadwal Pemilu, Sekjend PKP Usulkan Rembuk Nasional

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Said …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *