Home / Peristiwa / Nasional / Sudah Saatnya Bali Memiliki Pusat Pendidikan Vokasi Barista
Foto: Istimewa

Sudah Saatnya Bali Memiliki Pusat Pendidikan Vokasi Barista

Denpasar (KitaIndonesia.com) – Tren gemar nongkrong sambil ngopi yang semakin marak beberapa tahun belakangan menyebabkan bertumbuhnya kedai-kedai kopi di hampir seluruh kota di Indonesia. Di Bali, sebagai pusat destinasi wisata dunia, terdapat ratusan kedai, bar, serta cafe yang menyuguhkan kopi dengan aneka citarasa dan presentasi. Kecenderungan tersebut secara otomatis membutuhkan hadirnya ratusan bahkan ribuan peracik-peracik kopi (barista) yang mumpuni. Tentu saja ini merupakan peluang baru yang harus ditangkap dan dikelola dengan sebaik-baiknya.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pelaksana Harian Badan Kreatif (Bkraf) Denpasar, I Putu Yuliartha dalam pidato sambutannya saat membuka acara Pelatihan Barista Basic yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Denpasar bekerjasama dengan Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC), Indonesia Barista Association (IBA), dan Bhineka Muda di The Vasini Hotel Bali 31 Mei – 2 Juni 2019. Pelatihan diikuti 50 peserta terpilih dari Sekaa Teruna Teruni (STT), pelajar, mahasiswa, dan umum. Tampil tiga Barista bersertifikat technical judge dari IBA dan Sensa Coffie sebagai narasumber dan lima lainnya dari IFBEC dan IBA sebagai pendamping praktek.

Menurut Yuliartha, untuk melahirkan barista-barista handal tentu diperlukan pendidikan dan pelatihan dengan kurikulum dan metode pangajaran yang baik.

“Sayangnya hingga saat ini di Denpasar, bahkan di Bali, belum ada sebuah pusat pendidikan vokasi di mana calon barista mendapatkan ketrampilan meracik dan menyuguhkan kopi berkelas dunia serta mendapat pengetahuan akademis mengenai kopi mulai dari jenis dan karakter, sejarah, hingga kearifan lokal yang terkandung di dalamnya,” ujar Yuliartha.

Padahal menurut Yuliartha agar mumpuni, seorang barista dituntut memiliki pengetahuan yang baik mengenai kopi dan seluruh prosesnya, sejak memilih biji kopi, menggiling, hingga proses penyeduhan. Selain itu, barista juga harus mengenali dengan baik karakter setiap jenis kopi. Ia harus menajamkan indera penciumannya untuk mengenali aroma setiap jenis kopi untuk membedakan karakternya sehingga dapat membuat racikan-racikan yang khas dan seolah-olah menghipnotis penikmatnya.

Sebagai perbandingan, Yuliartha menyontohkan Malaysia yang memiliki Monash University, yang telah membuka kursus singkat Barista Essentials dengan materi seputar pembuatan kopi espresso, macchiato, cappuccino hingga latte art; Australia yang memiliki Universal Institute of Technology juga memiliki kelas Barista yang memberi teori tentang kopi dan praktek pembuatan kopi menggunakan mesin dengan teknologi canggih yang banyak digunakan kafe-kafe terkenal di seluruh dunia; serta Dubai yang memiliki International Center for Culinary Arts (ICCA), yang dipandang sebagai kelas Barista dengan kompleksitas ilmu terlengkap di dunia.

“Sebagai ibukota Bali dari destinasi terbaik dunia, saatnya Denpasar memiliki sebuah pusat pendidikan vokasi barista yang membekali pesertanya dengan ketrampilan dan pengetahuan yang holistik mengenai kopi” imbuh mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Denpasar tersebut.

Yuliartha berharap Pelatihan Barista Basic tersebut dapat menjadi permulaan yang baik dan mengajak seluruh stake holder pariwisata Denpasar (Bali) bahu-membahu mewujudkan Pusat Pendidikan Vokasi Barista yang pada gilirannya dapat menjadikan Denpasar sebagai ibukota citarasa kopi Indonesia.**

Check Also

Peduli Korban Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel, KMHDI Buka Link Donasi Hingga Galang Dana di Daerah

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Indonesia kembali darurat bencana alam. Hal menyusul terjadinya bencana alam di 6 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *