Home / Hukum / Sony Pelapor Kapolsek Kuta Diduga DPO Judi Dindong

Sony Pelapor Kapolsek Kuta Diduga DPO Judi Dindong

Kuta (KitaIndonesia.Com) – Penutupan dan penggembokan toko Mayang Bali Art Market, Jalan Raya Legian 184 Kuta, Selasa (7/5) pukul 14.00 berbuntut. Pemilik toko Mayang Bali, Sony bahkan melaporkan Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricky Fadliansyah ke Bidang Propam Polda Bali. Mantan Kasatreskrim Polres Buleleng itu dilaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik seminggu pasca penutupan toko, yakni Selasa (14/5).

Siapa sebenarnya sosok Sony si pemberani ini? Berdasarkan informasi yang dihimpun, nama Sony dikabarkan tidak asing. Menariknya, pria kelahiran Bandung ini diduga adalah oknum yang sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus penggerebekan tempat judi ketangkasan alias dingdong berkedok tempat pijat atau spa di Jalan Setiabudi Nomor 234, Kuta, Badung pada Sabtu (13/1/2018) pukul 22.30. 14 karyawan yang memiliki peran berbeda terang Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali AKBP Sugeng Sudarso, S.H., S.I.K., M.M. ditangkap. Sedangkan pemilik tempat perjudian berinisial SN alias Son alias Sony melarikan diri.

Dikonfirmasi terkait inisial SN (DPO kasus judi dindong, red) apakah oknum yang sama dengan Sony pemilik toko Mayang Bali yang mempropamkan dirinya, Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricky Fadliansyah tidak menjawab pertanyaan wartawan. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan hanya membaca pesan Whatsapp yang dikirimkan wartawan, Jumat (24/5) pukul 11.25. Sementara Kanitreskrim Polsek Kuta, Iptu I Putu Ika Prabawa mengaku tidak tahu- menahu. “DPO mana? Masa sih? Belum tahu saya,” terangnya.

Di sisi lain, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali AKBP Sugeng Sudarso, S.H., S.I.K., M.M. meminta wartawan bertanya langsung pada Kapolsek Kuta. “Coba saja tanya langsung ke Kapolsek (Kapolsek Kuta, red). Yang tangani Polsek,” ucap perwira dua melati di pundak itu. Sayangnya, saat berusaha kembali dihubungi berulangkali Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricky Fadliansyah tetap tidak menjawab sehingga konfirmasi gagal dilakukan.

Dikonfirmasi terpisah, Kuasa Hukum Sony, Edward Tomuara P. Hasibuan mengatakan hanya fokus menangani kasus Toko Mayang Bali. “Saya fokus ke kasus yang toko Mayang. Saya tidak tahu dengan kasus judi dingdong karena saya tidak tahu mengenai hal itu. Kalau saya berkomentar terkait dingdong saya tidak tahu apakah ada atau tidak ada kasus itu,” ucapnya Minggu (26/5).

Lebih lanjut, Edward menyebut kasus Toko Mayang Bali yang ditanganinya masih dalam proses. Pihaknya sudah mengajukan gugatan perdata di PN Denpasar yang terdaftar dengan no perkara 468/Pdt.G/2019 / PN.Dps. “Pada intinya kami menggugat pihak Feric Setiawan selaku tergugat I dan notaris Hartono selaku turut tergugat. Obyek dalam gugatan tersebut adalah toko Mayang,” tandasnya sembari menyebut dalam gugatan yang dilayangkan pihaknya meminta kekurangan dana senilai Rp 6 miliar. “Dari Rp 25 miliar pinjaman tersebut yang baru diterima Rp 19 miliar. Itu dasar gugatan kami,” tutup advokat yang akrab disapa Edward Tobing itu.

Check Also

Eksepsi dan Penangguhan Zainal Tayeb Ditolak oleh Majelis Hakim

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pengusaha Zainal Tayeb alias ZT terdakwa kasus dugaan menyuruh menempatkan keterangan palsu …

One comment

  1. Like!! Great article post.Really thank you! Really Cool.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *