Home / Peristiwa / Nasional / Silaturahmi Kebangsaan Polda Bali, Ketua MPR Singgung Pesan Bung Karno dan Gus Dur
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Tokoh Ulama Nasional Gus Miftah saat menghadiri Silaturahmi Kebangsaan Polda Bali. (istimewa)

Silaturahmi Kebangsaan Polda Bali, Ketua MPR Singgung Pesan Bung Karno dan Gus Dur

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Polda Bali menggelar ‘Silaturahmi Kebangsaan Demi Merawat Kebhinekaan dan Keutuhan NKRI’, di Gedung Perkasa Raga Garwita, Denpasar, Kamis 20 Mei 2021.

Hadir dalam silaturahmi yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan 113 tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ini di antaranya Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Tokoh Ulama Nasional Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah).

Dalam silaturahmi ini, Bamsoet kembali mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia dapat terwujud karena adanya semangat nasionalisme dan bersatu melawan penjajah.

Oleh karena itu, menurut dia, seluruh elemen bangsa harus memastikan cita-cita proklamasi kemerdekaan untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

“Bukan justru malah menghancurkan ikatan kebangsaan melalui polusi ujaran kebencian berlandaskan SARA. Khususnya dengan menyalahgunakan ajaran agama untuk merendahkan ataupun memusuhi saudara sebangsa. Maupun mendeskriditkan salah satu suku tertentu. Ingat, mereka yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudara dalam kemanusiaan. Dan puncak ajaran agama adalah cinta,” kata Bamsoet.

Ia bahkan secara khusus menyinggung pesan Presiden Soekarno dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Demikian halnya dengan pesan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Bung Karno mengatakan bahwa Negara Republik Indonesia bukan milik satu golongan, agama, suku, maupun golongan adat-istiadat, namun milik kita semua,” ucapnya.

“Presiden Gus Dur juga menegaskan, tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik buat semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu,” imbuh Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menambahkan, daripada sibuk mempolitisasi SARA, lebih baik energi bangsa dihabiskan untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang adil dan makmur.

Apalagi, menurut Bank Dunia, PDB Indonesia tahun 2018 menembus 1,04 triliun US Dollar, menempatkan Indonesia pada ranking 16 dunia. Bahkan jika diukur dari paritas daya beli, Indonesia menduduki rangking 7 dunia.

“Namun ketika angka tersebut dibandingkan dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia, maka pendapatan nasional bruto per kapita Indonesia ada di angka US$ 3.840. Menempatkan Indonesia di ranking 120 dunia. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa pemerataan kesejahteraan masih harus kita perjuangkan bersama,” tegas Bamsoet.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Danrem 163/ Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, dan Anggota Komisi IV DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra.

Hadir pula para ketua dan perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama Bali, para rektor dan perwakilan dari berbagai universitas Bali, serta para perwakilan mahasiswa Papua dan elemen mahasiswa lainnya. Adapun para Kapolres dan Kapolsek se-Bali hadir secara virtual. (KI-01)

Check Also

Presiden Jokowi Rayakan Ultah Ke-60, Togar Situmorang: Pemimpin Amanah, Indonesia Pasti Cepat Pulih

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merayakan ulang tahun yang ke-60, Senin 21 Juni …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *