Home / Hukum / Sidang Perkara Harta Waris, Togar Situmorang: Gugatan Penggugat Kabur
Advokat Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, bersama Advokat Romi, SH, dan Advokat Eprina Mawati Br Siboro, SH, MH, saat mendampingi Tergugat II dalam sidang perkara harta waris di PN Bandung. (istimewa)

Sidang Perkara Harta Waris, Togar Situmorang: Gugatan Penggugat Kabur

Bandung (KitaIndonesia.Com) – Sidang perkara harta waris kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kamis tanggal 22 April 2021. Didang Perkara Nomor 45/ Pdt.G/ 2021.PN Bandung ini, dipimpin Ketua Majelis Hakim Sunari bersama Hakim Anggota Toga Napitupulu dan Sontan M Sinaga serta Panitera Jono Yulianto.

Adapun pihak Tergugat yang hadir antara lain Tergugat I bersama kuasa hukumnya Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, Romi, SH, dan Eprina Mawati Br Siboro, SH, MH; serta Tergugat II Louise. Adapun Tergugat III sama sekali tidak pernah hadir dalam persidangan.

Pada kesempatan tersebut advokat Togar Situmorang selaku kuasa hukum Tergugat I meminta agar isi surat gugatan perkara kasus harta waris ini dibacakan untuk didengar di muka persidangan. Ia juga berharap pihak Penggugat mampu menunjukkan semua bukti otentik objek waris milik pewaris yang diwariskan ke ahli waris yaitu Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III.

Dalam gugatannya, kuasa hukum (subsitusi) Penggugat membacakan permintaan hak untuk adanya pembagian hasil dari SPBU di Pengalengan. Penggugat meminta kepada pihak Tergugat I sebesar Rp23 miliar.

Menariknya Togar Situmorang dengan tegas menolak semua isi surat gugatan tersebut. Ada beberapa alasan pihaknya menolak semua gugatan.

Salah satunya, antara Petitum dengan Posita jauh dari kontruksi hukum. Artinya, gugatan kabur (obscuur libel). Togar Situmorang juga melihat pihak Penggugat tidak mempunyai sama sekali dasar hukum yang jelas serta tidak adanya hak dari Penggugat untuk meminta hasil pembagian SPBU di Pangalengan.

“Sangat jelas terlihat adanya kekeliruan dan niat terselubung dugaan perbuatan melawan hukum Penggugat dalam meminta pembagian hasil dari SPBU di Pangalengan. Penggugat dalam gugatannya tidak memiliki dasar hukum yang jelas untuk meminta SPBU di Pangalengan dimasukkan ke dalam pembagian harta waris. SPBU Pangalengan secara legalitas adalah milik dari Tergugat I,” tandas Togar Situmorang.

“Penggugat juga meminta kepada pihak Tergugat I pembagian sebesar Rp23 miliar dari SPBU Pangalengan tanpa ada bukti-bukti autentik, berupa hasil audit independen,” imbuhnya.

Terkait gugatan berupa aset lain di Jalan Soekarno Hatta Bandung, aset di Jakarta serta di Tanggerang, menurut Togar Situmorang, terlihat jelas juga keliru. Apabila objek sengketa masuk dalam perkara, harus diperhatikan dengan jelas mengenai kompetensi relatif, dengan mengacu pada ketentuan Pasal 118 HIR.

Dalam sidang kali ini, Ketua Majelis Hakim juga memberikan kesempatan kepada Tergugat untuk menanggapi gugatan yang telah dibacakan kuasa hukum Penggugat. Togar Situmorang selaku kuasa hukum Tergugat I pun dengan santun meminta untuk langsung memberikan tanggapan. 

Bahkan agar bisa menghemat waktu, pihaknya telah siap untuk menyerahkan eksepsi dan jawaban rekovensi terkait Gugatan Nomor 45/ Pdt.G/ 2021 ini. Namun kesempatan untuk menjawab eksepsi dan jawaban rekovensi dalam persidangan tidak diberikan oleh Majelis Hakim, dengan pertimbangan jadwal sidang yang padat.

“Seharusnya perlu untuk Majelis Hakim memberikan waktu dan kesempatan kepada para Tergugat. Karena ini adalah sidang yang mulia dan terbuka untuk umum, sehingga dapat langsung menanggapi gugatan Penggugat yang kabur (obscuur liber) bisa dinilai secara transparan serta sesuai aturan hukum,” kata Togar Situmorang.

Pimpinan Sidang justru menjadwalkan eksepsi dan jawaban rekovensi untuk diserahkan pada sidang berikutnya pada tanggal 29 April 2021.

“Tentu kita sayangkan ini. Tetapi kita berharap agar nanti hasil semua dari persidangan bisa sesuai hati nurani,” pungkas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Gedung Piccadilly, Jakarta Selatan ini. (KI-01)

Check Also

Tinggal di Malang Malah Digugat di Denpasar, Ibu Rumah Tangga Ini Minta Bantuan Law Firm Togar Situmorang

Tinggal di Malang Malah Digugat di Denpasar (KitaIndonesia.com) – Seorang ibu rumah tangga yang tinggal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *