Home / Hukum / Setelah Menang Praperadilan dan Bebas, Camat Boleng Kembali Diperiksa
Camat Boleng Bonaventura Abunawan (kanan) bersama kuasa hukumnya Ali Antonius, SH (kiri) usai memberikan keterangan di Mapolres Manggarai Barat, di Labuan Bajo. (kitaindonesia.com/itho umar)

Setelah Menang Praperadilan dan Bebas, Camat Boleng Kembali Diperiksa

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Bonaventura Abunawan, camat Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memenuhi panggilan penyidik Polda NTT, untuk menjalani pemeriksaan di Mapolres Manggarai Barat, di Labuan Bajo, Jumat (6/3/2020) sore.

Bonaventura, yang beberapa waktu lalu menang di Praperadilan dan bebas, kembali dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan pemalsuan surat pernyataan yang memuat tanda tangan dan cap jempol di atas meterai dari para Tu’a Golo se-Kecamatan Boleng terkait hak dan batas tanah adat Ulayat Mbehel, termasuk meliputi tanah Ulayat Terlaing, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.

Kepada wartawan usai pemeriksaan, Ali Antonius, SH, selaku kuasa hukum Bonaventura, menjelaskan bahwa keterangan yang disampaikan kliennya dalam pemeriksaan kali ini masih sama seperti pada pemeriksaan terdahulu. Meski demikian, ada beberapa tambahan, termasuk terkait keterlibatan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula pada proses penandatanganan dokumen yang sering disebut Surat Kesatuan Adat Wa’u Pitu Gendang Pitu Tanah Boleng tersebut.

“Keterangan sama saja dengan yang sudah – sudah. Hanya ada beberapa tambahan (keterangan). Soal proses penandatanganan Pak Bupati. Cuman itu saja. Yang lain lainnya sama saja yang dulu – dulu. Tetap soal surat yang sama,” beber advokat senior ini.

Saat disinggung terkait dugaan pembuatan surat tersebut atas dasar saran Bupati Dula, Ali Antonius menyarankan untuk menanyakan langsung kepada Bupati Dula.

“Tanyakan ke Pak Bupati lah, jangan tanya saya,” tandas Ali Antonius.

Penyidik Polda NTT sesungguhnya juga telah memanggil Bupati Dula untuk diperiksa pada hari yang sama, terkait kasus ini. Namun jadwal pemeriksaan orang nomor satu di “Bumi Komodo” itu ditunda, karena ada agenda nasional yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

“Kami masih menunggu pemberitahuan dari Pak Bupati akan ketersediaan waktu beliau. Beliau minta di atas tanggal 7 (Maret),” jelas salah seorang penyidik Polda NTT di Mapolres Manggarai Barat, Jumat (6/3/2020) malam.

Seperti diketahui, sebelumnya pada tanggal 26 November 2019 lalu, penyidik Polda NTT telah menetapkan Camat Boleng Bonevantura Abunawan sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan Surat Kesatuan Adat Wa’u Pitu Gendang Pitu Tana Boleng. Dalam surat tersebut juga terdapat tanda tangan Bupati Dula.

Setelah dijadikan tersangka, Bonaventura ditahan di Rutan Polres Manggarai Barat. Selanjutnya, Bonaventura melalui kuasa hukumnya mengajukan praperadilan di Pengadilan Tinggi Kupang, tanggal 3 Januari 2020.

Bonaventura dinyatakan bebas setelah permohonan Praperadilan tersebut dikabulkan oleh Pengadilan Tinggi Kupang dengan Nomor Surat 1/ Pid.Pra/2020/ PN.Kpg tertanggal 27 Januari 2020, yang dibacakan oleh salah satu Majelis Hakim Pengadilan Negeri Labuan Bajo Ni Made Dewi Sukrani, di Pengadilan Negeri Labuan Bajo, 3 Februari 2020. Praperadilan memutuskan penetapan tersangka Bonevantura, tidak sah. (KI21)

Check Also

Diduga Cemarkan Nama Baik, Istri Zainal Tayeb dan Salah Satu Media Online Disomasi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Diduga mencemarkan nama baik melalui media online, istri dari terdakwa Zainal Tayeb, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *