Home / Hukum / Seorang Mekanik Diduga Gelapkan Uang Pengusaha di Manggarai Barat

Seorang Mekanik Diduga Gelapkan Uang Pengusaha di Manggarai Barat

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Seorang mekanik asal Probolinggo berinisial PDT (30), diduga menggelapkan uang milik Yohanes Sutrisno, seorang pengusaha di Desa Lewat, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Dugaan penggelapan ini sebagaimana disampaikan langsung oleh Sutrisno, saat dikonfirmasi kitaindonesia.com melalui saluran telepon di Labuan Bajo, Kamis (6/8/2020).

Ia menjelaskan, PDT merupakan mekanik yang beberapa waktu terakhir bekerja dengannya. Sutrisno mengenal baik pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, 18 Desember 1990 itu.

Sutrisno lalu menjelaskan kronologis dugaan penggelapan uang miliknya oleh PDT. Awalnya, alat berat milik Sutrisno mengalami kerusakan. Alat yang dibutuhkan untuk perbaikan alat berat tersebut, hanya tersedia di Jawa. Itu sebabnya, Sutrisno berencana membeli alat tersebut di Jawa.

Rencana ini rupanya diketahui PDT. Ia lalu menawarkan untuk membantu bosnya itu untuk mengurus pembelian alat yang dibutuhkan.

“Dia (PDT) bilang, nanti adiknya yang beli alat itu di Jawa. Jadi uangnya ditransfer ke rekening istri PDT saja,” jelas Baba Trisno, sapaan akrab Sutrisno.

Karena tidak curiga, Sutrisno lalu mengamini tawaran PDT. Apalagi PDT juga memberikan nomor handphone adiknya, yang akan membelikan alat yang dibutuhkan tersebut. Selanjutnya tanggal 3 Agustus 2020, Sutrisno melakukan pengiriman dana sebesar Rp 27 juta ke rekening istri PDT.

BACA JUGA:   Polresta Denpasar Bekuk Kurir Sabu Jaringan Bali - Medan

Sutrisno mulai curiga, ketika keesokan harinya PDT malah sulit dihubungi. Sempat tersambung, PDT mengaku sedang bersama teman-temannya di sekitar daerah Pacar, Kecamatan Pacar, Manggarai Barat. Hal serupa juga terjadi dengan adik PDT. Nomor kontak yang diberikan PDT sebelumnya, susah dihubungi. Alih-alih mengangkat telepon, baik PDT maupun adiknya justru memblokir nomor Sutrisno.

“Saya semakin curiga. Karena itu saya minta tolong anak saya Hendra, yang kebetulan sedang berada di Labuan Bajo, untuk menghubungi nomor PDT. Saat dihubungi, PDT mengangkat teleponnya, tetapi pembicaraannya tidak jelas,” urainya.

Ia bahkan curiga, nomor yang diberikan PDT yang diklaim sebagai nomor adiknya, justru ada nomor milik PDT sendiri. “Kemungkinan nomor yang katanya milik adiknya, adalah milik PDT juga,” kata Sutrisno.

Selain uang sebesar Rp 27 juta, PDT diduga ikut membawa kabur sepeda motor milik warga Desa Lewat.

“Pemilik sepeda motor juga menanyakan kepada saya soal motornya yang dibawa PDT. Mereka tanya kepada saya kebetulan PDT bekerja dengan saya,” tutur Sutrisno.

Ia pun berharap pihak kepolisian, pihak Bandara Komodo dan Pelabuhan Labuan Bajo memberikan atensi terkait hal ini. Sebab ada dugaan, PDT melarikan diri ke kampung halamannya di Jawa. Identitas PDT sendiri sudah diserahkan kepada pihak KP3 Bandara Komodo. (KI-01)

Check Also

Dukung Upaya Pembuktian JPU, Saksi Ahli Kuliti Bos BPR Legian

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Meski berupaya menghadirkan saksi ahli hukum, Titian Wilaras selaku Pemegang Saham Pengendali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *