Home / Nusantara / Satu OTG di Denpasar Positif Covid-19, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. (istimewa)

Satu OTG di Denpasar Positif Covid-19, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Masyarakat di Kota Denpasar, Bali, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, kasus positif virus corona (Covid-19) di jantung Pulau Dewata itu terus meningkat.

Data terbaru, sebanyak 25 pasien dinyatakan positif Covid-19 di Kota Denpasar. Bahkan berdasarkan data resmi di website Safe City Kota Denpasar diketahui ada satu (1) orang berstatus orang tanpa gejala (OTG) yang dinyatakan positif Covid-19. Dari jumlah tersebut sebanyak 9 pasien dinyatakan sudah sembuh, dan 16 orang lainnya masih dirawat.

Hal ini dibenarkan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi di Denpasar, Minggu (12/4/2020). Ia menjelaskan, orang dengan kategori OTG secara medis normal karena tidak merasakan gangguan apapun pada tubuhnya atau dengan gangguan minimal, disebut orang tanpa gejala (OTG).

“Itu kemudian yang bisa menjadi potensi terjadinya sumber penyebaran baru,” kata Dewa Rai.

Dijelaskan, warga dengan kategori OTG melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan dan pendampingan dari pemerintah daerah. Mereka juga aktif melaporkan kondisi masing-masing. Sebab OTG bukan garansi terbebas dari penyebaran virus corona. Hal ini sebagaimana terjadi dengan satu OTG di Kota Denpasar.

Melihat kondisi ini, Dewa Rai meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan lebih disiplin dalam mengikuti arahan pemerintah serta selalu meningkatkan imunitas tubuh.

“Kami kembali menekankan serta mengingatkan kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kota Denpasar, agar lebih tertib dan disiplin mengikuti arahan pemerintah,” ajak Dewa Rai.

Pemerintah dan masyarakat, imbuhnya, memiliki peran yang sama dan saling mendukung dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona ini. Tanpa ketaatan masyarakat, beragam upaya pemerintah juga akan sia-sia.

Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian mssyarakat yakni mengikuti apa yang menjadi arahan pemerintah. Seperti halnya tidak berada dan menciptakan kerumunan sesuai maklumat Kapolri, menerapkan social distancing, physical distancing serta mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak penting.

“Apalagi dalam situasi tanggap darurat bencana, masyarakat diimbau untuk tidak berkerumun, menghindari keramaian, menerapkan social dan physical distancing. Mari lebih disiplin mengikuti arahan pemerintah guna bersama memutus penyebaran virus corona ini,” pungkas Dewa Rai. (KI4)

Check Also

Sekretariat Politician Academy Branch NTT 1 di Ruteng Diresmikan

Ruteng (KitaIndonesia.Com) – Sekretariat Lembaga Konsultan Politik ‘Politician Academy’ Branch NTT 1 diresmikan di Waso, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *