Home / Hukum / Sandang Nama Besar, Togar Situmorang Tetap Tak Pilih-pilih Kasus
Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CLA bersama tim dari Law Firm Togar Situmorang. (istimewa)

Sandang Nama Besar, Togar Situmorang Tetap Tak Pilih-pilih Kasus

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Nama advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CLA, terus bersinar. Tak sebatas di level lokal Bali, pengacara kelahiran Jakarta berdarah Batak ini pun cukup diperhitungkan di pentas nasional.

Buktinya, Togar Situmorang terus mendapatkan kepercayaan dari sejumlah artis ibu kota dalam menangani kasus hukum. Beberapa perusahaan juga memilih Law Firm Togar Situmorang sebagai tim hukumnya.

Menariknya, walaupun sudah menyandang nama besar, Togar Situmorang tak lantas besar kepala. Seperti padi berisi, ia tetap merunduk. Advokat sebagai profesi mulia (officium nobile) adalah pegangan utama Togar Situmorang. Hal ini diperkuat dengan motto hidup Togar Situmorang, ‘melayani dan bukan dilayani’, sehingga dirinya selalu mengedepankan urusan pengabdian masyarakat.

Togar Situmorang selalu membantu masyarakat kecil yang awam dengan hukum. Ia bahkan tidak pilih-pilih dalam menangani kasus hukum. Sepanjang ada permintaan dari para pencari keadilan untuk melakukan pendampingan hukum, sekecil apapun kasusnya, Togar Situmorang bersama tim selalu siap.

“Memang banyak kasus yang kita tangani secara probono. Kita tidak pilih-pilih kasus. Standar pelayanan juga sama,” papar Togar Situmorang, di Denpasar, Sabtu (24/10/2020).

Yang terbaru, Law Firm Togar Situmorang menangani kasus yang dialami FV. FV diduga menjadi korban penganiayaan oleh mantan suaminya, dan kasus ini sedang ditangani pihak kepolisian.

“Kami terus mengawal dan mendampingi klien setiap ada pemeriksaan. Dan Puji Tuhan, kami mendengar dari penyidik bahwa setelah kasus ini digelarkan sudah ada penetapan Tersangka,” jelas Founder dan CEO Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Gedung Piccadilly Room 1003-1004, Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Jakarta Selatan; Lantai Dasar Blok A Nomor 12 Srengseng Junction, Jalan Srengseng Raya Nomor 69 RT/RW 05/06, Jakarta Barat; Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon; Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22, Denpasar; Jalan Malboro Teuku Umar Barat Nomor 10, Denpasar; serta Jalan Trans Kalimantan Nomor 3-4, Sungai Ambawang – Pontianak, Kalimantan Barat, ini.

“Tentu penetapan Tersangka ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh klien kami. Mengingat klien kami sangat kaget dan terpukul akibat kejadian tersebut. Dan klien kami berharap, kasus ini bisa cepat selesai,” imbuhnya.

Selaku kuasa hukum FV, Togar Situmorang sangat mengapresiasi kinerja penyidik. Sebab kasus ini ditangani begitu cepat. Penyidik juga selalu memberikan perkembangan atas kasus ini.

“Inilah hakikat dari officium nobile. Kita harus membantu klien dengan sepenuh hati dan ikhlas,” ujar Togar Situmorang, yang juga pengamat kebijakan publik ini.

“Janganlah profesi advokat diidentikkan dengan kemewahan, dan jaminan hidup dengan harta atau uang melimpah. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan kemewahan, tak ada yang salah juga dengan menjadi kaya. Hanya saja muncul kekhawatiran, jangan sampai kemewahan atau uang itu dijadikan tujuan seseorang untuk menekuni profesi advokat, sehingga menghalalkan segala cara demi uang dan lupa akan tujuan dan perjuangan advokat sebagai profesi mulia,” imbuhnya.

Togar Situmorang menambahkan, memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma atau probono adalah kewajiban yang melekat pada diri setiap advokat di Indonesia. Pasal 22 ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat mengamanatkan bahwa ‘advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu’.

Untuk memenuhi amanat undang-undang ini, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 83 Tahun 2008 Tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma. Bahkan Perhimpunan Advokat Indonesia sudah menerbitkan Peraturan Peradi Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma. Setiap advokat dianjurkan memberikan bantuan hukum probono 50 jam setahun.

Dalam rangka menerjemahkan hal ini, Togar Situmorang bahkan akan membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) – Panglima Hukum. LBH ini akan dipimpin Alexander Ricardo Gracia Situmorang, SH (Ketua) dan Wempy Mahya Sawabi, SH (Sekretaris).

“Dengan adanya LBH Panglima Hukum, diharapkan lebih membuka kesempatan peran advokat muda untuk membantu masyarakat tidak mampu dalam melakukan proses mendapatkan hak atas hukum mereka secara profesional. Jadi diharapkan akan lebih banyak lagi masyarakat akan tertolong dalam proses penanganan hukum mulai di kepolisian sampai di pengadilan,” tegasnya.

“Perlu diketahui bahwa dari sejak belia, di dalam diri advokat harus sudah tertanam komitmen pada kewajiban luhur membela tanpa pandang bulu, agama, keturunan dan segala macamnya. Sedangkan advokat yang orientisinya uang, hanya akan menjadikan uang dan kekayaan sebagai tujuan,” pungkas Togar Situmorang. (KI-01)

Check Also

Gaduh “Tukang Obat” Vs “Lonte Oplosan”, Togar Situmorang: Jangan Main Intimidasi!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Artis Nikita Mirzani, lagi-lagi bikin heboh. Hal itu dipicu ucapannya sebagaimana dilansir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *