Home / Hukum / Sampah Ancam Kamtibmas, Polda Bali Gali Solusi Melalui FGD
Suasana FGD yang diselenggarakan Polda Bali. (istimewa)

Sampah Ancam Kamtibmas, Polda Bali Gali Solusi Melalui FGD

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sampah menjadi salah satu persoalan serius yang dihadapi Bali beberapa waktu terakhir. Apalagi setelah ada larangan bagi kabupaten di Bali untuk membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

Menariknya, persoalan sampah ini tidak saja menyangkut urusan lingkungan dan kesehatan, tetapi juga terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sebab ternyata, masalah sampah ini juga bisa memicu konflik. Setidaknya, hal tersebut menjadi salah satu persoalan yang menjadi perhatian Polda Bali.

Itu pula sebabnya, mengantisipasi persoalan sampah ini menggangu kamtibas, Subdit III Direktorat Intelkam Polda Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD), di Denpasar, beberapa waktu lalu. FGD ini dihadiri intansi terkait, akademisi, tokoh masyarakat, TNI dan kejaksaan di Denpasar.

“Kita membicarakan sampah. Tetapi bukan sampah yang dibicarakan kali ini, namun solusinya. Sampah tidak bisa dihentikan semasih adanya kehidupan. Melalui forum ini, akan dibahas bagaimana cara mengantisipasi konflik yang terjadi berkaitan dengan sampah, dari berbagai sudut pandang,” tutur Wadir Intelkam Polda Bali AKBP Dwi Wahyudi, SIK, saat membuka FGD ini.

“Kami berharap, dari hasil diskusi ini mampu memberikan sumbangsih kepada pemerintah, sehingga permasalahan sampah tidak berlarut-larut. Bali sebagai barometer pariwisata, malu kalau banyak sampah,” imbuhnya.

Wahyudi menambahkan, maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi dalam penanganan sampah. Selain untuk mewujudkan Bali yang bersih dan nyaman, diskusi ini juga dalam rangka mencegah terjadinya konflik sosial di masyarakat.

BACA JUGA:   Polda Bali Kembali Ringkus Pelaku Pencurian Data Nasabah Bank

“Untuk itu, atas nama pimpinan Polda Bali, kami meminta masukan dari semua yang hadir untuk bertukar pikiran tentang penanganan sampah di Bali,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja, mengatakan, dengan penduduk Bali 4,3 juta jiwa dan 15 juta wisatawan, maka permasalahan sampah memang cukup dirasakan. Kondisi riil saat ini, di TPA Suwung dan TPA di kewilayahan, sering terjadi kebakaran di musim kemarau.

“Karena TPA Suwung masih bermasalah, maka pengelolaan sampah sementara diserahkan kepada masing-masing kabupaten,” jelas Made Teja.

Dikatakan, sampah yang masuk ke TPA Suwung sebagian besar adalah sampah rumah tangga. Karena itu, harus dilakukan penggolahan secara maksimal.

“Pemerintah tidak ada perintah untuk menutup TPA, tapi pengelolaan akan dikendalikan,” tegasnya.

Dinas Lingkungan Hidup, menurut dia, akan melaksanakan proses lelang dengan syarat pemerintah kabupaten/kota mengikuti instruksi provinsi. Menurut rencana, pelelangan untuk pengelolaan sampah ini dilaksanakan tanggal 9 Desember 2019.

“Kita akan lelang untuk kelola sampah dua ribu ton per hari. Sementara pendaftaran peserta tender mulai tanggal 12 sampai 20 Desember,” pungkasnya. (KI6)

Check Also

Dukung Pemulangan WNI Eks ISIS, Togar Situmorang: Harus Proses Hukum!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Isu pemulangan warga negara Indonesia (WNI) eks anggota Islamic State of Iraq …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *