Home / Nusantara / Sah! Gereja Tua Rekas Jadi Situs Wisata Religi
Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula menyerahkan SK Penetapan Gereja Tua Rekas Sebagai Cagar Budaya kepada Vikjen Keuskupan Ruteng Romo Alfonsus Segar, Pr. (istimewa)

Sah! Gereja Tua Rekas Jadi Situs Wisata Religi

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Gereja Katolik Paroki St Maria Penghibur Orang Berduka Cita, Rekas, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya sah menjadi cagar budaya/ situs wisata religi. Hal tersebut menyusul peresmian situs wisata religi Gereja Tua Rekas oleh Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, di Gereja Tua Rekas, Minggu (22/12/2019).

Peresmian ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Manggarai Barat Nomor 238/ Kep/ HK/ 2019 Tentang Penetapan Gereja Tua Rekas Sebagai Cagar Budaya/ Situs Religi di Wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

SK tertanggal 21 November 2019 itu diserahkan langsung oleh Bupati Dula kepada Vikjen Keuskupan Ruteng Romo Alfonsus Segar, Pr, yang didampingi Vikep Labuan Bajo Keuskupan Ruteng Romo Rikardus Manggu, Pr, Pastor Paroki Rekas Pater Yanuarius Mali, SVD, dan sejumlah Pastor.

Selain itu, juga ada prosesi pengguntingan pita yang dilakukan oleh Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong, didampingi Bupati Dula serta anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Blasius Jeramun dan Antonius Aron.

“Menetapkan Gereja Tua Rekas sebagai cagar budaya/ situs religi di Kabupaten Manggarai Barat. Status situs religi Gereja Rekas adalah status tercatat pada pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang kepemilikannya tetap menjadi milik Keuskupan Ruteng,” demikian isi keputusan Bupati Manggarai Barat terkait penetapan situs wisata religi tersebut.

Gereja Tua Rekas ditetapkan sebagai cagar budaya, karena memiliki nilai sejarah yang tinggi, terutama dikaitkan dengan kehadiran Gereja Katolik di wilayah Manggarai. Gereja Rekas merupakan Gereja Katolik pertama di bumi Manggarai.

Gereja ini merupakan saksi masuknya agama Katolik pertama kalinya di Flores bagian barat. Gereja ini dibangun tahun 1924 atau aepuluh tahun setelah pembentukan Paroki Rekas tahun 1914. Adalah Pater Wileem Bak, SVD, yang datang ke wilayah ini dan memperkenalkan agama Katolik untuk pertama kalinya.

Pater Wileem merupakan misionaris Ordo Serikat Sabda Allah atau Societas Verbi Divini (SVD) yang menjadi pewarta agama Katolik yang menjadikan warga pribumi menjadi Serani Sa’i Kontas Bokak (orang Katolik).

Gereja Rekas ini layak dijadikan tempat napak tilas sejarah agama Katolik di Manggarai Barat khususnya, bahkan di Pulau Flores dan NTT umumnya. Di dalam gereja tua ini disemayamkan kerangka jenazah Pater Franz Eickmann, SVD, selaku pendiri dan perintis Gereja Rekas. Sementara di samping Gereja Rekas, ini ada juga tempat ziarah Gua Maria.

Lokasi wisata rohani ini dipusatkan di Rekas, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat atau sekitar 24 km dari Labuan Bajo. Untuk mencapai lokasi wisata rohani ini, karena kondisi jalan yang kurang bagus, bisa ditempuh kurang lebih 1,5 jam dengan kendaraan bermotor. (KI21)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

One comment

  1. Ya sangat setuju kalau tempat ini di jadikan sebagai tempat wisata religi. Karna di pusat kota labuan bajo belum punya tempat wisata religi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *