Home / Hukum / Reza Artamevia Lagi-lagi Terjerat Narkoba, Togar Situmorang Prihatin
Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP dan artis Reza Artamevia. (istimewa)

Reza Artamevia Lagi-lagi Terjerat Narkoba, Togar Situmorang Prihatin

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Beberapa waktu terakhir, sejumlah selebriti tanah air menjadi perbincangan karena terjerat kasus narkoba. Yang terbaru adalah penangkapan artis Reza Artamevia.

Baik sahabat maupun penggemar pun menaruh rasa prihatin atas penangkapan istri almarhum Adjie Massaid itu. Ungkapan prihatin di antaranya datang dari advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP. Pengacara kondang berdarah Batak kelahiran Jakarta ini merupakan salah satu sahabat almarhum Adjie Massaid, sekaligus penggemar berat Reza Artamevia.

“Tentu saya sangat prihatin. Reza Artamevia merupakan artis vokal favorit saya dan merupakan istri sahabat saya almarhum Adjie Massaid. Dia memiliki karakter vocal khas, juga hebat,” tutur Togar Situmorang, di Denpasar, Senin (7/9/2020).

Menurut dia, penangkapan Reza Artamevia tentu menambah daftar artis yang terjerat narkoba. Obat terlarang itu sudah cukup sering memakan korban, tak terkecuali dari kalangan selebriti.

“Memang permasalahan mengenai narkoba atau narkotika di negeri ini sangat sulit untuk ditangani dan merupakan extraordinary crime (kejahatan luar biasa),” ujar advokat yang juga pengamat kebijakan publik ini.

Ia berpandangan, kejahatan narkotika ini sesungguhnya sejak lama menjadi musuh bangsa. Semakin hari, narkotika semakin mengkhawatirkan bangsa-bangsa beradab. Geliat mafia narkotika seakan tak mampu terbendung oleh gebrakan aparat penegak hukum di berbagai belahan dunia, meski dengan begitu gencarnya memerangi kejahatan ini.

“Kita sering mendengar pernyataan tentang membangun komitmen bersama memberantas narkotika oleh seluruh dunia. Tak sedikit badan-badan di dunia yang terlibat untuk bersama – sama memerangi peredaran gelap narkotika. Namun ternyata peredaran gelap narkotika terus merajalela,” ucapnya.

Togar Situmorang menambahkan, berbagai indikasi menunjukkan bahwa kejahatan narkotika merupakan extraordinary crime, sehingga tidak boleh ada kompromi dalam membasminya. Apalagi, demikian pengacara selebriti ini, kejahatan narkoba terus mengalami perkembangan dan menyerang segala lini kehidupan.

“Kejahatan ini bahkan dianggap sebagai salah satu perang asimetris yang dikhawatirkan mengancam generasi milenial. Tahapan dari perang asimetris ini, yaitu yang pertama dengan membelokan ideologi, kemudian melemahkan sistem negara dan pola pikir masyarakat, menghancurkan ketahanan potensi termasuk pangan, dan menjadikan negara ketergantungan,” tandas Ketua Hukum RS dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur ini.

Menurut Togar Situmorang, penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika sesungguhnya telah banyak dilakukan oleh aparat penegak hukum dan telah banyak mendapat putusan hakim. Penegakan hukum seharusnya diharapkan mampu menjadi faktor penangkal terhadap meningkatnya perdagangan gelap serta peredaran narkotika.

“Namun dalam kenyataannya, semakin intensif dilakukan penegakan hukum justru semakin meningkat pula peredaran serta perdagangan gelap narkotika,” kata Togar Situmorang yang disebut – sebut akan masuk bursa bakal calon Gubernur DKI Jakarta itu.

Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini menambahkan, belakangan ini telah banyak bandar dan pengedar narkoba tertangkap dan mendapat sanksi berat. Namun pelaku yang lain sepertinya tidak peduli, bahkan lebih cenderung memperluas daerah operasinya.

Togar Situmorang yang masuk anggota Tim 9 Investigasi Komnaspan RI, berkomitmen untuk membantu masyarakat yang menjadi korban kejahatan ini, baik untuk berobat maupun rehabilitasi.

“Untuk artis maupun masyarakat yang sudah terjerat barang berbahaya ini, diupayakan supaya segera berobat. Dan kami dari Law Firm Togar Situmorang siap menjembatani teman-teman artis yang ingin berobat atau rehabilitasi ke BNN. Kita siap memfasilitasi dan menjaga kerahasian identitas mereka, karena lebih baik mencegah daripada terlanjur ditangkap polisi. Nama pasti akan tercemar, ancaman hukum pidana juga pasti menanti,” pungkas Founder dan CEO Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon; Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22, Denpasar; Jalan Malboro Teuku Umar Barat Nomor 10, Denpasar; Gedung Piccadilly Room 1003-1004, Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Jakarta Selatan; serta Lantai Dasar Blok A Nomor 12 Srengseng Junction, Jalan Srengseng Raya Nomor 69 RT/RW 05/06, Jakarta Barat, ini. (KI-01)

Check Also

Kasus Tanah di Labuan Bajo, Sampurna Nggarang Apresiasi Kinerja Kejati NTT

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Sekretaris Jenderal Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Yosef Sampurna Nggarang, mengapresiasi kinerja …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *