Home / Pemerintahan / Respons Pandemi Covid-19, Putri Koster: Mari Gotong Royong dan Ber-Tat Twam Asi!
Keterangan: Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Ni Putu Putri Suastini Koster (Istimewa)

Respons Pandemi Covid-19, Putri Koster: Mari Gotong Royong dan Ber-Tat Twam Asi!

Denpasar (KitaIndonesia.Com)– Sinergi Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat serta semangat gotong royong di masa pandemi Covid-19 menjadi konsen Gubernur Bali Wayan Koster. Penegasan ini disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Ni Putu Putri Suastini Koster, Sabtu (11/4) pagi. Ibu Gubernur Provinsi Bali tersebut memandang sangat serius pernyatan Senior Advisor on Gender and Youth to the WHO DG, Diah Saminarsih yang mengatakan gelombang episenter wabah Covid-19 akan pindah ke Asia Tenggara termasuk Indonesia setelah memporakporandakan Benua Amerika dan Eropa. Oleh karena itu, Putri Koster sangat mengapresiasi prosedur ketat pemeriksaan 537 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Jumat (10/4). Gotong royong jelas Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali itu adalah salah satu cara “memenangkan” pertarungan melawan coronavirus disease 2019.

“Dalam kondisi normal, anak-anak kita para Pekerja Migran Indonesia (PMI) sambil mencari nafkah juga menambah devisa negara dengan bekerja di negeri orang. Dalam situasi mengkhawatirkan seperti saat ini, mereka harus pulang. Pejabat tentu mesti bijak. Tidak bisa lantaran panik lalu akses bandara ditutup dan para pahlawan devisa itu tidak bisa dipulangkan. Masyarakat harus tahu kerja keras paramedis kita. Seluruh PMI yang lolos melewati pemeriksaan ketat; seluruhnya menjalani rapid test,” tegas wanita yang aktif di dunia seni sastra dan teater itu. Psikologis para pahlawan devisa ini, tegas Putri Koster juga harus diperhatikan. Pasalnya, tak sedikit yang di-PHK dan pulang ke Bali dengan bekal seadanya. “Bahkan ada di dalam badannya sudah terkena Covid-19. Mereka 24 jam berada di dalam pesawat. Siapapun tidak ingin menjadi korban pandemi Covid-19. Bila ternyata di pesawat tercecer virus tersebut tentu mereka tidak tahu. Bila kena, mereka harus diisolasi,” rincinya sembari menyebut Gubernur Bali saat ini sedang berhitung kesiapan logistik jika pandemi berlanjut dan jumlah pengangguran yang meningkat tajam.

“Sebagai Ibu masyarakat Bali saya berharap jiwa kegotongroyongan kita tumbuh. Jangan ujug-ujug semua harus dipikul pemerintah dulu. Mari lakukan tanggung jawab kita sebagai warga masyarakat. Bila ada yang bisa diselesaikan di desa, selesaikan di desa. Misalnya, masyarakat dengan taraf ekonominya lebih tinggi mau berbagi dengan masyarakat lain di banjar atau lingkungan tempat tinggalnya. Kita harus kompak demi keberlangsungan hidup bersama,” imbuhnya. Putri Koster menekankan bahwa seorang Gubernur Bali bisa memikirkan dan merencanakan strategi terbaik penanganan Covid-19, namun untuk mewujudkannya butuh kerja sama seluruh masyarakat Bali.

Lebih lanjut, Putri Koster menegaskan bahwa masyarakat Bali akan “memenangkan” pertarungan melawan coronavirus disease 2019 bila semangat gotong royong dan semangat Tat Twam Asi benar-benar dijalankan. Dengan menjaga kesehatan diri sendiri melalui penggunaan masker, hand sanitizer, dan menjaga kebersihan, tegasnya berarti seseorang telah melindungi orang lain. “Bagi para dermawan yang ingin berbagi masker, mari beli dari kelompok pengrajin atau produsen yang ada di Bali. Saatnya berdayakan masyarakat; Dari Bali untuk masyarakat Bali,” tutupnya sambil menekankan bahwa masker tersebut akan dibagikan untuk masyarakat melalui Satgas penanggulangan Covid-19. (KI6)

Check Also

Mengurai Masalah Sampah, Pemkot Denpasar Jajaki Kerja Sama dengan Indonesia Power

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Penanganan masalah sampah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Kota Denpasar di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *