Home / Kesehatan / Putri Koster: PKK Prioritaskan Pengentasan Stunting
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster, saat menghadiri Gebyar Integrasi Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan serta Pemberian Vitamin A di Desa Galungan, Buleleng. (istimewa)

Putri Koster: PKK Prioritaskan Pengentasan Stunting

Buleleng (KitaIndonesia.Com) – Pengentasan stunting atau kekerdilan dan gizi buruk, menjadi salah satu prioritas gerakan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali. Ini sangat penting, dalam rangka menciptakan generasi sehat di masa depan.

Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster, saat menghadiri Gebyar Integrasi Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan serta Pemberian Vitamin A di Desa Galungan, Buleleng, Selasa (25/2/2020). Menurut dia, pengentasan stunting juga dijadikan prioritas, mengingat kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’.

“Pembangunan kesehatan menjadi investasi utama untuk pengembangan sumber daya manusia,” ujar istri dari Gubernur Bali Wayan Koster, itu.

Dikatakan, kegiatan gebyar terintegrasi antara TP PKK dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali itu menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan generasi unggul Bali sehat dan terukur. Terbukti di Desa Galungan saat ini hanya terdapat tiga warga dalam kondisi stunting. Jumlah ini menurun jika dibandingkan tahun lalu yakni 14 orang penderita stunting.

Menurut Putri Koster, menjaga kesehatan anak-anak itu sangat penting. Sebab kebanyakan orang tua saat ini kurang memperhatikan tumbuh kembang anak-anak, terlebih pola makanan yang dikonsumsinya selama berada di luar rumah.

“Pemerintah akan tetap menyuplai vitamin A kepada masyarakat umum melalui Posyandu, karena vitamin ini memang tergolong sulit didapatkan oleh anak-anak yang tidak menyukai sayur,” tegas Putri Koster, yang juga seniman multitalenta ini.

Setiap desa memiliki catatan jumlah balita, sehingga pada saat bulan vitamin A (Februari dan Agustus), yang tidak datang akan dijemput bola oleh petugas Posyandu yang ada di desa atau banjar bersangkutan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menambahkan bahwa stok vitamin A untuk tahun ini (bulan Februari dan bulan Agustus) masih cukup. Dinas Kesehatan memiliki sekitar 350.000 stok, dan dipersiapkan bagi anak-anak yang berusia 1-5 tahun di seluruh Bali untuk tahun ini. (KI4)

Check Also

7 Dokter Reaktif, RSD Aeramo Nagekeo Tutup Pelayanan Kandungan dan Anak

Nagekeo (KitaIndonesia.Com) – Sebanyak 7 orang dokter di Rumah Sakit Daerah Aeramo, Kota Mbay, kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *