Home / Hukum / Polres Manggarai Barat Gagalkan Penyelundupan Ribuan Liter Minyak Tanah Subsidi
Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono, menunjukkan minyak tanah subsidi yang hendak diselundupkan. (kitaindonesia.com/itho umar)

Polres Manggarai Barat Gagalkan Penyelundupan Ribuan Liter Minyak Tanah Subsidi

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Polres Manggarai Barat berhasil menggagalkan rencana penyelundupan ribuan minyak tanah subsidi di Labuan Bajo. Selain minyak tanah subsidi, polisi juga mengamankan minum keras, hingga meriam spritus, dalam Operasi Pekat Turangga yang berlangsung selama tiga hari di ujung barat Pulau Flores itu.

Menurut Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono, SIK, ribuan liter minyak tanah tersebut hendak diselundupkan ke Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Minyak tanah subsidi tersebut diamankan petugas saat hendak diberangkatkan melalui jalur penyeberangan Labuan Bajo – Sape dengan menggunakan KMP Cakalang.

“Sebanyak 1.626,6 liter minyak tanah subsidi yang mau diselundupkan ke Bima melalui penyeberangan Pelabuhan Labuan Bajo – Sape dengan KMP Cakalang, berhasil kita amankan,” kata Julisa, dalam keterangan pers, di Labuan Bajo, Senin (16/12/2019).

Menurut dia, khusus untuk kasus penyelundupan minyak tanah subsidi ini, pelaku melanggar Pasal 55 junto Pasal 53 huruf b dan d UU Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas.

Selain minyak tanah subsidi, petugas juga menemukan 51,2 liter minuman keras jenis sopi di area Pelabuhan Labuan Bajo. Namun polisi tidak menemukan pemilik minuman keras tersebut saat operasi dilakukan. Polisi juga mengamankan tiga buah meriam spritus di Gang Pengadilan, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, dalam operasi kali ini.

“Khusus meriam ini, pelakunya anak-anak. Kami sudah berikan pembinaan, karena meriam ini sangat berbahaya,” papar Julisa.

Dalam Operasi Pekat Turangga tersebut, Polres Manggarai Barat juga menahan dua unit kendaraan roda empat dan 19 unit kendaraan roda dua. Kendaraan bermotor tersebut diamankan karena tidak memiliki dokumen yang jelas.

Julisa menambahkan, Operasi Pekat Turangga dijalankan untuk menciptakan kedamaian, ketenangan dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru. Pihaknya ingin masyarakat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman.

“Operasi Pekat ini dilaksanakan untuk melakukan penindakan, pengawasam dan pengamanan terhadap penyakit masyarakat. Dan kami menyasar orang, tempat dan barang, sekaligus bentuk kesiapan penyambutan Natal dan Tahun Baru,” pungkas Julisa. (KI21)

Check Also

Kriminalisasi Petani Kopsa-M, SETARA Institute: Ujian Lanjutan Visi Presisi Polri

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos, mengatakan, visi Presisi Polri tengah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *