Home / Hukum / Polisi Tangkap Oknum Guru Cabul di Manggarai Barat
Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono, SIK, didampingi Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat IPTU Ridwan. (kitaindonesia.com/itho umar)

Polisi Tangkap Oknum Guru Cabul di Manggarai Barat

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Polisi menangkap RH, oknum guru honorer di SDN Munting Renggeng, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (7/11/2019). Polisi menangkap oknum guru cabul ini setelah menerima Laporan Polisi Nomor LP/ 147/ XI/ 2019/ NTT/ Res.Mabar, tertanggal 4 November 2019.

“Kami sudah mengamankan pelaku. Yang bersangkutan sudah ditahan di Mapolres Manggarai Barat,” kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono, SIK.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga sudah mengamankan bukti – bukti, seperti alat bukti visum, keterangan tersangka, keterangan saksi, hingga saksi korban. Perkara tersebut pun sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Diakui Julisa, penyidik juga telah membuat surat permintaan SK Guru Honorer atas nama pelaku kepada kepala SDN Munting Renggeng.

“Rencananya hari Sabtu tanggal 9 November 2019, tim akan menuju ke lokasi pencabulan dan akan membawa tersangka untuk menunjukkan lokasi kejadian. Di mana ada lebih dari 5 TKP, antara lain di rumah tersangka dan tempat penggilingan padi di Kampung Paurundang,” jelas Julisa.

Diketahui, RH adalah guru komite di SDN Munting Renggeng. Sejak 2018, pria berusia 29 tahun ini melakukan pelecehan seksual terhadap ASP, siswi SDN Munting Renggeng. Sebanyak enam kali RH melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap ASP selama duduk di kelas III atau tahun 2018.

Sementara ketika ASP duduk di kelas IV, hampir setiap hari ia menjadi budak seks RH. Pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru tersebut adalah dengan cara meraba alat vital korban, memasukan alat vital pelaku ke mulut korban, serta beberapa tindakan tak senonoh lainnya.

ASP tak berdaya ketika pelaku mengancam akan membunuhnya dan keluarga apabila ASP membuka aib tersebut. Namun kasus ini mulai terungkap ketika KJ, ibu korban, mencurigai adanya perubahan sikap putri tunggalnya itu. ASP yang dulunya periang dan rajin, menjadi sangat kaku dan seperti tertekan.

ASP bahkan tidak pernah mau makan ketika pulang sekolah. Setiap pulang sekolah, ASP selalu muntah. ASP bahkan merengek agar dicarikan buah jambu atau buah nanas.

KJ dan keluarga kemudian mengetahui aksi bejat RH terhadap ASP, pada September 2019. Sejak itu, pihak keluarga pelaku terus berupaya menggagalkan niat keluarga ASP untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi. Hingga akhirnya, Senin (4/11/2019), kasus ini resmi dilaporkan ke Polres Manggarai Barat, di Labuan Bajo. (KI21)

Check Also

Klien dalam Tekanan, PBH Panglima Hukum Berharap Surat Perdamaian Jadi Pertimbangan Hakim

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menggelar sidang dengan terdakwa suami (Terdakwa 1) dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *