Home / Nusantara / PLN Segel Listrik di TPI Labuan Bajo, Pedagang Terpaksa Gunakan Lilin
Haerudin. (kitaindonesia.com/itho umar)

PLN Segel Listrik di TPI Labuan Bajo, Pedagang Terpaksa Gunakan Lilin

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – PT PLN (Persero) menyegel sambungan listrik di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kampung Ujung, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pemutusan sementara layanan dilakukan karena tagihan listrik untuk TPI Labuan Bajo belum dibayar.

Kondisi ini bahkan sudah berlangsung hampir selama sebulan. Kejadian seperti ini bukan baru pertama kali terjadi. Sebelumnya pada tanggal 26 November 2019 lalu, PLN juga melakukan pemutusan sementara layanan listrik ke TPI Labuan Bajo.

Lantaran tak ada sambungan listrik, para pedagang yang menjual ikan dan sayur di TPI Labuan Bajo, Pukul 17.30 – 20.00 Wita, terpaksa menggunakan penerangan seadanya. Bahkan ada di antara mereka yang hanya menggunakan lilin.

“Kami sudah hampir sebulan tidak menggunakan penerangan listrik. Terpaksa kita jualan dengan penerangan seadanya. Ada yang pakai lilin,” tutur Haerudin, 50, salah seorang penjual ikan asal Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, ketika ditemui saat berjualan di TPI Labuan Bajo, Sabtu (18/4/2020).

“Mudah-mudahan pemerintah secepatnya bantu kami. Apalagi sekarang ada virus apa namanya (virus corona, red), jadi selain penjualan turun, kami juga susah listrik,” imbuhnya.

Disegelnya listrik di TPI Labuan Bajo, menurut Haerudin, karena ada yang tidak membayar. Namun hal tersebut belum dipastikan kebenarannya.

“Yang saya dengar, (disegel) karena ada stan yang belum membayar. Tapi itu juga saya dengar dari orang. Harapannya, listriknya cepat nyala,” kata Haerudin.

Pedagang di TPI Labuan Bajo menggunakan penerangan seadanya karena sambungan listrik disegel PLN. (kitaindonesia.com/itho umar)

Hal tak jauh berbeda dilontarkan Harun Ibrahim, 47. Bahkan menurut dia, penyegelan listrik ini berdampak pada pedagang yang menjual es. Termasuk penjual daging dan sayur yang memerlukan alat pendingin.

“Kami yang jual ikan ini sangat merasakan, apalagi yang jual es. Kulkas- kulkas pada nganggur, tidak bisa digunakan. Mau dapat makan dari mana kalau kondisinya seperti ini terus,” ucapnya.

Selain mengharapkan layanan listrik ini bisa disambung kembali, para pedagang di TPI Labuan Bajo juga meminta agar pemerintah merasionalisasi harga-harga stan. Apalagi wabah Covid-19 saat ini sangat berdampak bagi mereka.

“Sudah listrik mati, kami kesulitan juga soal harga stan. Ada yang bayar 500 ribu Rupiah satu bulan, ada yang dua juta Rupiah. Kami ingin pemerintah bisa bantu kami, apalagi kami sangat merasakan dampak virus corona saat ini,” pungkas Harun. (KI21)

Check Also

Budaya Literasi Merosot Picu Maraknya Hoaks dan Radikalisme

Ruteng (KitaIndonesia.Com) – Fenomena maraknya kasus ujaran kebencian serta hoaks hingga tumbuh suburnya radikalisme dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *