Home / Nusantara / PLN Pasang Meteran Listrik Tiap Lapak di TPI Labuan Bajo
Manager Unit Layanan Pelanggan PLN Labuan Bajo, Gede Ambara Natha. (kitaindonesia.com/itho umar)

PLN Pasang Meteran Listrik Tiap Lapak di TPI Labuan Bajo

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – PT PLN (Persero) memasang meteran listrik di tiap lapak atau stan yang ada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemasangan meteran baru tersebut dilakukan mengingat seringnya penyegelan atau pemutusan sementara sambungan listrik ke TPI tersebut karena para penyewa stan terlambat membayar tagihan.

Hal ini dibenarkan oleh Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Labuan Bajo, Gede Ambara Natha, saat dikonfirmasi kitaindonesia.com di Labuan Bajo, Minggu (19/04/2020). Menurut dia, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat selaku penanggungjawab TPI Labuan Bajo sedang memeroses pemasangan meteran listrik baru tersebut.

“Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat sedang melakukan proses pemasangan meteran baru. Ada 53 meteran untuk lapak dan kios di TPI Labuan Bajo,” kata Ambara Natha.

Ia membenarkan bahwa penyegelan listrik di TPI Labuan Bajo sudah hampir sebulan. Penyegelan listrik ini terjadi karena para pelanggan tidak membayar rekening listrik.

“Untuk listrik di TPI Labuan Bajo sementara ini memang padam, karena mereka belum lunasi rekeningnya. Lapak-lapak atau stan-stan belum bayar ke Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat sebagai penanggungjawab,” beber Ambara Natha.

Ia menambahkan, selama ini memang untuk TPI Labuan Bajo menggunakan satu meteran berdaya tinggi. Meteran listrik tersebut dipakai oleh seluruh penyewa stan yang ada. Itu artinya, seluruh penyewa stan dibebankan untuk membayar rekening listrik setiap bulannya.

“Setiap bulan mereka bayar ke Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat. Kalau mereka tidak membayar ke dinas, ya jelas dinas terbebani. Dan selama ini dinas terus yang membayar dan akhirnya nombok,” jelas Ambara Natha.

Agar kondisi seperti ini tak terus berulang terjadi, mengingat sebelumnya pada tahun 2019 juga pernah dilakukan penyegelan, maka solusi terbaik adalah membuat meteran baru untuk setiap lapak yang ada di TPI Labuan Bajo.

“Ini solusi terbaik. Dengan meteran baru ini, mereka tinggal beli pulsa listrik sendiri. Mereka bisa mengatur sendiri pemakaian listrik. Semoga dengan itu pelanggan akan merasa bertanggungjawab,” pungkas Ambara Natha.

Diberitakan sebelumnya, PLN memutus sementara sambungan listrik ke TPI Labuan Bajo karena tagihannya belum dibayar. Akibatnya, hampir sebulan terakhir para penjual ikan dan sayur di TPI Labuan Bajo menggunakan penerangan seadanya, termasuk menggunakan lilin. (KI21)

Check Also

Sebanyak 6.619 Jiwa Terdampak Banjir di Pekalongan

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, sejak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *